BATAM, RMNEWS.ID-Pemadaman listrik masala tau blackout mulai diusut, penyedikan listrik blackout itu dilakukan oleh sejumlah personel dari Polda Kepulauan Riau (Kepri), mereka mendatangi Gardu Induk Sungai Harapan, Sekupang, Jumat (16/10).
Tak hanya itu Tim Laboratorium Forensik (Labfor) juga dikabarkan turun ke lokasi. Kedatangan petugas diketahui dari keterangan sekuriti yang berjaga di pintu masuk gardu induk. Namun, tujuan pemeriksaan serta kaitannya dengan gangguan listrik massal pada Senin (12/10/2026) belum dapat dipastikan.
“Sekitar pukul 09.00 tadi orang Polda datang ke sini. Mereka baru keluar sekitar pukul 15.30 WIB,” ujar petugas keamanan di lokasi, Jumat sore.
Ia mengaku tidak mengetahui secara terperinci asal maupun identitas seluruh petugas yang datang. Pihak keamanan juga belum mengizinkan awak media memasuki kawasan instalasi.“Untuk media belum bisa masuk. Harus ada izin. Kami mohon maaf,” katanya.
Pantauan di sekitar Gardu Induk Sungai Harapan pada Jumat sore menunjukkan sejumlah petugas teknis masih berada di dalam kawasan instalasi. Beberapa di antaranya terlihat mengenakan helm keselamatan dan berkumpul di dekat gardu listrik. Petugas lainnya tampak berada di sekitar sebuah mobil operasional.
Aktivitas tersebut hanya dapat diamati dari luar pagar karena akses masuk ke kawasan gardu induk dibatasi. Belum diketahui apakah kegiatan itu merupakan bagian dari pemeriksaan terkait blackout atau pekerjaan teknis rutin.
Sebelumnya, pemadaman listrik massal di Batam pada Senin (12/10) berdampak pada 411.219 pelanggan. Pasokan listrik telah kembali normal setelah proses pemulihan berlangsung berjam-jam. Namun, penyebab pasti gangguan tersebut masih belum terungkap.
PLN Batam sebelumnya menyebut masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sei Hharapan sebagai dugaan awal pemicu gangguan. Meski demikian, jenis hewan yang dimaksud maupun mekanisme yang menyebabkan gangguan berskala luas belum dijelaskan secara terperinci.
Manager Komunikasi dan Humas PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, sebelumnya mengatakan dugaan tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut.
“Berdasarkan indikasi awal, gangguan diduga dipicu oleh masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan yang menyebabkan gangguan pada instalasi kelistrikan hingga berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah,” ujar Yoga dalam keterangan tertulis.
Ia menegaskan, penyebab pasti gangguan masih dalam proses penelusuran oleh tim teknis dan pihak berwenang.
“Penyebab pasti gangguan masih dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh tim teknis dan pihak berwenang,” katanya.
PLN Batam juga menyatakan gardu induk dan jaringan transmisi yang terdampak telah kembali normal. Petugas teknis dan operasional tetap disiagakan untuk memantau kondisi sistem kelistrikan.
Kini, perhatian tertuju pada hasil penelusuran penyebab gangguan tersebut. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan bagaimana gangguan pada satu titik instalasi dapat berdampak luas hingga menyebabkan 411.219 pelanggan kehilangan pasokan listrik selama belasan jam.***
(rm/red).

