Batam. Rmnewstv. Jembatan Barelang tidak hanya menjadi logo resmi Visit Batam yang menjadi simbol Pemerintah Kota Batam. Namun jembatan Barelang sudah menjadi destinasi digital favorit karena memiliki panorama yang menarik. Baik siang maupun senja, dengan sedikit sentuhan fotografer, maka akan diperoleh foto yang menarik.
Tiap tahun sedikitnya ada 1,5 juta wisatawan lokal dan mancanegara yang mengunjungi landmark Kota Batam ini dan mengabadikan momen disana. Kemegahan jembatan yang juga dikenal sebagai Jembatan Satu dan Jembatan B J Habibie yang dibangun pada tahun 1993.
Jembatan ini adalah jembatan kebanggaan masyarakat Kota Batam, sebab konstruksi Jembatan Barelang merupakan salah satu mahakarya anak Bangsa yang patut dilestarikan dan diapresiasi karena telah menjadi aicon pariwisata di Kota Batam. Jembatan ini diprakarsai langsung oleh B J Habibie pada tahun 1992, ketika B J Habibie menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi atau Menristek pada era Orde Baru.
Dengan pikiran dan idenya merancang sebuah maha karya berupa bangun jembatan Indonesia yang dibangun dan dirancang dengan konsep arsitektur modern dan mengadopsi bangunan jembatan legendaris Golden Gate yang terdapat di wilayah San Fransisco, Amerika Serikat.
Nama Jembatan Barelang diambil dari nama beberapa pulau yang terdapat di Kepulauan Riau yaitu Batam, Rempang dan Galang. B j Habibie juga memberikan fasilitas kepada ketiga pulau tersebut untuk dibangun sebagai kawasan yang bergerak dalam bidang perindustrian di Kepulauan Riau.
Jembatan panjang ini difungsikan untuk memberikan kemudahan akses antar pulau kecil di Kepulauan Riau karena menghubungkan beberapa pulau disekitarnya seperti Pulau Batam, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Tonton, Pulau Setokok, Pulau Galang dan Galang Baru.
Jembatan Barelang adalah Jembatan Pertama yang menghubungkan keenam pulau dimaksud. Karena jembatan pertama adalah jembatan termegah dan terpanjang diantara jembatan lainnya. Jembatan Barelang dirancang menggunakan kabel stayed dengan panjang sekitar empat ratusan meter menggunakan bahan matrial beton. Proyek pembangunan jembatan ini selesai dibangun pada tahun 1998.
Data yang dihimpun Rmnewstv, jembatan Barelang mempunyai panjang 2.264 meter atau sekitar 2,2 kilo meter, dan membutuhkan waktu 20 menit untuk menempuh panjang jembatan ini. Terdapat 6 rangkaian pada jembatan tersebut, dimana setiap rangkaian mengambil nama dari enam Raja Melayu Riau yang berkuasa pada abad 15 Masehi hingga 18 Masehi.
Ke enam rangkaian jembatan tersebut adalah Jembatan Tengku Fisabilillah, yang memiliki Panjang Jembatan 642 Meter, Jembatan satu Barelang ini salah satu Jembatan yang paling ramai dikunjungi baik dari Warga Batam, maupun dari Wisatawan Luar dan Dalam Negeri. Kemudian Jembatan Nara Singa, yang menghubungkan Pulau Tonton dengan Pulau Nipah, Panjang Jembatan ini 420 Meter.
Jembatan Raja Ali Haji, yang menghubungkan Pulau Nipah dengan Pulau Setokok. Jembatan Sultan Zainal Abidin, menghubungkan Pulau Setokok dan Pulau Rempang. Jembatan Tuanku Tambusai, menghubungkan Pulau Rempang dengan Pulau Galang. Sedangkan, Jembatan Raja Kecik, menghubungkan Pulau Galang dengan Pulau Galang Baru.
Jembatan Tengku Fisabilillah ini merupakan jembatan yang paling populer dan sering dikunjungi oleh para wisatawan. Ketika pagi hari atau menjelang senja, banyak para wisatawan yang berkunjung ke jembatan ini sekedar untuk melepas lelah dengan menghirup udara segar sambil menikmati panorama alam yang terbentang luas di sekitar jembatan tersebut. Terutama di hari libur atau hari besar lainnya Jembatan Barelang ini dipadati oleh para wisatawan.
Pemerintah Kota Batam saat ini masih mengembangkan gugusan Pulau Abang yang berada di sekitar Pulau Galang sebagai kawasan konservasi laut. Maka saat ini jalur jalan raya Trans Barelang menjadi jalur favorit bagi para pelancong untuk berwisata di Batam.
Dari Batam Provinsi Kepri. Ari Susanto dan Ferianda Rmnewstv, mewartakan

