BATAM, RMNEWS.ID-Kebun Raya Batam, yang berlokasi di Nongsa kondisinya sangat memprihatinkan, dan terlihat gersang, tanaman dan tumbuhan berbagai Bungan untuk penghijauan agar kebun raya tersebut telihat asri dan sejuk justru kering kering dan seperti tidak dirawat.
Pantauan Rmnews.Id dilokasi Kebun Raya Batam Nongsa, Rabu (13/9/2023), kebun Raya Batam, yang dikelola Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Pertamanan (Perkimtan) Pemko Batam, dari mulai gerbang pintu masuk tempat wisata ini tampak tidak terawat dan disana sini bungan dan tumbuhan penghijauan mongering seperti tidak pernah disiram.

Tanaman bunga sebagai penghijauan agar kelihatan asri sudah kekeringan. (Foto : Ikhsan).
Bahkan sekitar jalan masuk hingga di dalam lokasi tumbuh semak belukar rumput liar dan ilalang. Besi yang berdiri sebagai hiasan dan tempat merk di depan pintu masuk sudah berkarat karena tidak pernah dicat. Didalam lokasi kebun raya juga seperti kolam yang ada di dalam juga semak belukar, begitu juga tempat buang air (WC) dibiarkan rusak semak sama sekali tidak diurus.

Kondisi besi sebagai penghias pintu masuk kebun raya Batm sudah berkarat. (Foto : Ikhsan).
Tak hanya itu, kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) kebun Raya Batam, selalu sepi tak dan tidak ada pegawai yang bekerja, begitu juga karyawan atau pekerja yang melakukan perawatan di lokasi tersebut kebanyakan tidur. Boleh dikatakan para pegawai dan pekerja di kebun raya Batam itu makan gaji buta. Bahkan lokasi kebun Raya Batam yang begitu luas, karyawan yang bekerja dilokasi tersebut hanya beberapa orang saja.

Kantor KUPT setiap hari sepi, kepala KUPT tak pernah masuk. (Foto : Ikhsan).
Padahal, informasi yang diperoleh media ini dari sumber di internal Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Pertamanan (Perkimtan) Pemko Batam, anggaran perawatan yang dikeluarkan dari dana APBD tiap tahun nilainya cukup besar mmencapai miliaran rupiah. Namun nyatanya Kebun Raya Batam tidak ada perawatan.

Tanaman bungan di lokasi dalam kebun raya Batam sudah kekeringan. (Foto : Ikhsan).
Hingga berita ini ditayangkan Kepala Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Pertamanan (Perkimtan) Pemko Batam, Drs. Eryudhi Apriadi, belum berhasil dikonfirmasi terkait tidak terawatnya Kebun Raya Batam. Sementara KUPT Kebun Raya Batam, Adek Lanovia,ST, ketika hendak ditemui untuk konfirmasi, Rabu (13/9/2023) tidak berada di kantornya.

Lokasi kolam yang ada dsi kebun Raya Batam kondisinya gersang. (Foto : Ikhsan).
Ibu Munik salah seorang penjaga kantor tersebut mengatakan, bahwa Kepala KUPT Kebun Raya Batam, jarang masuk kantor, disini memang ada pegawai yang lain mereka sedang keluar,” Kalo pak Adek memang jarang masuk, mungkin di kantor Sekupang, di kantor ini hanya ada dua pegawai satu bernama Rojik, mereka sedang keluar istirahat,” kata ibu Munik yang mengaku tinggal di kantor tersebut..

Lokasi kolam yang ada dsi kebun Raya Batam kondisinya gersang. (Foto : Ikhsan).
Ketika ditanya, berapa jumlah karyawan atau pekerja yang merawat kebun Raya Batam tersebut. Ibu yang bertubuh gemuk mengatakan, pekerja yang merawat lokasi kalo tidak salah ada 6 orang,”Kalau saya tidak salah karyawan atau pekerja perawatan kebun raya disini ada enam orang, memang sebenarnya ada 12 orang, tapi saya lihat belakangan ini yang kerja hanya 6 orang, sedangkan pegawai kantor ada 2 orang,” kata ibu Munik.***
Redaksi : Mawardi.

