BENGKALIS, RMNEWS.ID-Aliansi Masyarakat Peduli Penyelamatan Pulau-pulau Kecil mendukung sepenuhnya terhadap Pemerintah provinsi Riau dalam pembentukan atau Ā pemekaran Kota Duri.
Hal tersebut di sampaikan oleh Wakil Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Pulau Kecil Solihin didampingi Wakil Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Penyelamatan Pulau Kecil Terluar NKRIĀ beserta Haryanto Wkl Ketua dan Deny Amiruddin selaku Bendahara.
Menurut Sholihin pada dasarnya sangat mendukung penuh percepatan pembahasan undang-undang tentang Pembetukan Kota Duri. berdasarkan copiyan Udangan yang kami peroleh, bahwa tanggal 14 september 2023 akan diadakan pertemuan pemerintah Propinsi Riau dgn 9 orang tim dari pusat perancangan Undang-undang bidang Polhukam badan keahlian DPR RI dalam Rangka pengumpulan data penyusunan naskah akademik dan rancangan Undang2 tentangĀ Pembentukan Kota Duri .
Agenda tersebut akan diselenggarakanĀ di ruangĀ kenanga lantai 3 kantor Gubernur riau. Berdasar lanpiran dari undangan , selaku tim perjuangan kota duri yang diundang yaitu : pak IWAN BASRI selaku ketua Tim Kota Duri, Iskandar anggota tim kota duri,Yovison Riadi, selaku anggota tim kota duri,Ā Edi Budianto anggota tim kota duri,
Hal itu sangat kita dukung semoga perjuangan mereka sesegera mungkin bisa terwujud. DenganĀ terjadi pemekaran tersebut akan mempercepat lagi tercapainya harapan kesejahteraan masyarakat dan aspirasi masyarakat duri yang sudah sekian puluh tahun berjuang untuk di mekarkan dari kabupaten Bengkalis.
Mudah2 kali ini upaya mereka tidak terkendala dan berjalan dgn mulus. Jika dibutuhkan, kita dari Aliansi masyarkat peduli Penyelamatan Pulau-pulau kecil Terluar NKRI saat ini mewakili aspirasi dari 47 Desa dari Pulau-Pulau kecil terluar di pulau Bengkakis untuk meminta secepatnya dilakukan Pengesahan Peraturan Presiden Tentang Pengelolaan Pulau-Kecil Terluar siap bergerakan untuk menyampaikan aspirasi dimuka umum untuk mendukung sepenuhnya perjuangan kawan-kawan di Duri untuk menjadi kota Duri, pungkas Sholihin.
Laporan darwis Ak. Wartawan Rmnews.id Bengkalis.


