🔥 TERKINI
Home » Internasional » Pelayanan Publik di KBRI Malaysia Kuala Lumpur Dinilai “ Bobrok dan Berbelit”

Pelayanan Publik di KBRI Malaysia Kuala Lumpur Dinilai “ Bobrok dan Berbelit”

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Suuasana antrean depan gedung KBRI Malaysia di Jalan Tun Razak Kuala Lumpur. (Foto/Jasniwati).

KUALA LUMPUR, RMNEWS.ID-Kualitas pelayanan publik di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia Kuala Lumpur dinilai sangat “Bobrok dan berbelit-belit”. Selain antre yang dikeluhkan warga Indonesia (WNI) dan para pekerja migran di Malaysia ketika mengurus berbagai dokumen dan paspor di Bagian Imigrasi KBRI Kuala Lumpur. Tarif biaya paspor dan pengurusan dokumen lainnya juga tidak seragam. Diatas kertas tarif biaya yang disebutkan memang sesuai ketentuan. Namun praktiknya sangat memberatkan para warga Indonesia atau para pekerja yang menjadi PMI di Malaysia.

Keterangan yang berhasil dihimpun awak media ini dari sejumlah pemohon paspor yang antre di depan KBRI Malaysia Kuala Lumpur, Kamis (14/12/2023) pada umumnya mereka mengeluh, dan tidak ada yang mengatakan pelayanan public di KBRI memuaskan atau bagus, khusunya pelayanan paspor di Bagian Imigrasi.

Razali Amri salah seorang pemohon paspor di KBRI mengaku prihatin dan kasihan melihat pelayanan KBRI terhadap warganya sendiri terlalu berbelit belit.”’Bapak saksikan sendiri, mereka antre berdesak desakan berdiri depan KBRI kepanasan. Sudah mereka antre diluar dan menunggu lama, sampai di dalam mereka dipersulit dengan berbagai alasan, ”ungkap Razali Amri kepada media ini.

ADVERTISEMENT

Ratusan para TKI pemohon paspor di KBRI Kuala Lumpur antre.(Foto/Jasniwati).

Razali Amri yang mengaku berasal dari Medan menjelaskan, setiap hari sedikitnya tiga sampai lima ratus orang pemohon paspor, para WNI tersebut datang dari berbagai wilayah di Malaysia.” Mereka (WNI) sudah datang dari  jauh-jauh ke Kuala Lumpur pakai biaya tidak sedikit, tapi sampai disini mereka diremehkan, lagi pula mereka  buat paspor, permit dan sebagainya tidak gratis tapi bayar, tapi kenapa harus dipersulit, saya prihatin melihatnya, mereka itu warga Indonesia juga,”ungkap Razali.

Pelayanan paspor di KBRI Kuala Lumpur yang dinilai berbelit, disarakan oleh Friska dan Khairani, kedua wanita asal Desa Amplas Medan, Sumatera Utara bekerja di sebuah perusahaan paking di Sungai Labu, Malaysia, pelayanan paspor di KBRI berbelit belit, mereka mengaku sudah dua kali datang ke KBRI, namun paspor yang urus tidak kunjung selesai,”Kami sudah dua kali dating kesini tapi belum juga selsai paspornya,”keluh Friska dan Khairani ketika ditemui di kantor sebelah KBRI.

Friska dan Khairani asal desa Amplas, Medan Sumut mengeluh paspor tak kunjuh selesai.(Foto/Dok).

Pantauan awak media ini di depan gedung KBRI Malaysia, Kuala Lumpur, dari pagi hingga sore hari WNI yang ingin mengurus paspor masih terlihat antre, depan gedung KBRI terlihat bagikan pasar, di sepanjang jalan gedung KBRI yang terletak di Jalan Tun Razak Kuala Lumpur, warga Indonesia berdiri dan duduk duduk di pinggir jalan menunggu antrean masuk, belum lagi di dalam gedung sesak orang mengurus paspor.

Bahkan diluar gedung KBRI cukup banyak calo yang menawarkan jasa pengurusan paspor, para calo ini menjanjikan bisa mengurus paspor secara instan tergantung permintaan, dan tariff yang dibayar, masalah persyaratan soal gampang itu soal kedua. Bahkan para calo yang berkeliaran menawarkan jasa pengurusan paspor dan berbagai dokumen lainnya di luar gedung KBRI Kuala Lumpur disebut sebut bekerjasama dengan oknum orang dalam,”ungkap sumber yang tidak bersedia disebut indentitasnya kepada media ini.

Depan gedung KBRI Kuala Lumpur bagaikan pasar. (Foto/Jasniwati).

Awak media ini berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya (Pensosbud) KBRI Kuala Lumpur, terkait kualitas pelayanan Publik di KBRI Malaysia Kuala Lumpur yang dikeluhkan para WNI di Malaysia dan dinilai “ Bobrok dan Berbelit-berbelit” hingga berita ini ditayangkan belum berhasil dikonfirmasi. Meski awak media ini sudah minta untuk bertemu dengan bagian Pensosbud namun tidak diterima masuk.

Surya salah seorang Sekuriti, bertugas menerima tamu-tamu, mengatakan bahwa pimpinan Pensosbud dan stafnya lagi keluar,”Saya sudah sampaikan kepada Pensosbud mmenurut stafnya mereka lagi mitting diluar, jadi stafnya mengatakan hari ini bisa terima atau tidak, jadi siapa saja yang mau masuk ke dalam harus ada persetujuan pimpinan,”kata Surya dengan arogan.***

Penulis : Mawardi dari Kuala Lumpur Malaysia.

 

 

 

 

ADVERTISEMENT
RMNEWS