BATAM, RMNEWS.ID- Netizen Indonesia tengah diramailan oleh aksi seorang warga Semarang, Jawa Tengah yang diamankan oleh polisi lantaran mengonsumsi daging kucing.
Di Indonesia, mengonsumsi kucing adalah hal yang tabu sehingga mengejutkan warganet. Namun, hal ini ternyata cukup lazim di beberapa negara.
Lantas, negara mana sajakah yang warganya terkenal sering mengonsumsi daging kucing?
Mengutip CNBC, berikut 3 negara yang warganya kerap mengonsumsi daging kucing.
1. China
China adalah terkenal sebagai konsumen daging kucing dan anjing terbesar di dunia. Bukan hanya dari pedagang pasar gelap, daging kucing dan anjing juga dapat ditemukan di berbagai provinsi dan wilayah seluruh China.
Di China, daging kucing dan anjing dipercaya bermanfaat bagi kesehatan, yakni meningkatkan metabolisme tubuh, menyejukkan tubuh selama musim panas, dan menghangatkan tubuh selama musim dingin.
2. Australia
Australia terkenal memiliki jumlah satwa liar, termasuk kucing yang sangat melimpah, bahkan di daerah perkotaan. Dilaporkan, Australia tidak memiliki aturan khusus terkait menyembelih kucing untuk dikonsumsi sehingga ada pasar gelap untuk daging kucing.
Meskipun ilegal untuk dikonsumsi, makanan ini masih sering disajikan di Vietnam. Akibat tingginya permintaan, banyak hewan peliharaan yang sering dicuri, bahkan dari Thailand dan Laos. Setelah diculik, biasanya kucing-kucing itu diselundupkan ke toko-toko Bucher khusus.
Biasanya, daging kucing dan anjing diolah sebagai sup, steak, atau dipadukan dengan sayuran dan nasi dan disajikan dengan bumbu serta topping. Setiap tahunnya, China telah “memakan” lebih dari empat juta anak kucing setiap tahunnya.
3. Vietnam
Selama bertahun-tahun, ribuan kucing liar di Vietnam telah diculik dan dijual ke pedagang makanan, rumah tangga, dan bahkan restoran. Vietnam terkenal memiliki perdagangan gelap bawah tanah yang sangat menguntungkan dari menjual daging kucing dan anjing.
Di negara tetangga RI ini, kucing sering diolah menjadi sup atau semur. Tak hanya itu, kucing juga sering diolah sebagai sate yang disajikan dengan serai, jahe, atau direndam dalam ketumbar dan cabai. Meskipun terkesan aneh, menu ini dianggap sebagai makanan lezat di Ho Chi Minh.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: CNBC


