πŸ”₯ TERKINI
Home » Umum » Jutaan Ton Sampah Dibuang ke Laut Tiap Tahun, BRIN Tengah Cari Solusi

Jutaan Ton Sampah Dibuang ke Laut Tiap Tahun, BRIN Tengah Cari Solusi

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Ilustrasi (foto/doc)

JAKARTA, RMNEWS.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap terdapat delapan juta ton sampah plastik dibuang ke laut setiap tahunnya. Tentu saja ini sangat mengkhawatirkan.

Peneliti Pusat Riset Oseanografi BRIN, Muhammad Reza Cordova mengatakan, permasalahan sampah tersebut mengancam kehidupan laut, ekosistem pesisir, hingga kesehatan manusia yang bergantung pada hasil laut.

“Lebih dari 70% sampah plastik yang berada di perairan berasal dari aktivitas manusia di daratan, termasuk melalui sungai dan pantai yang tidak dikelola dengan baik,” jelasnya, dikutip dari Okezone, Rabu (11/9/2024).

ADVERTISEMENT

BRIN pun mengembangkan inovasi teknologi untuk menemukan solusi penanganan sampah plastik di laut ini. Teknologi yang dimaksud nantinya diharapkan bisa mendeteksi keberadaan sampah, mengumpulkan hingga mendaur ulang sampah plastik.

“Salah satu pendekatan yang sedang dikembangkan adalah pemanfaatan teknologi penginderaan jarak jauh, sensor bawah air serta kecerdasan buatan untuk memetakan sebaran sampah plastik secara lebih akurat,” kata Reza.

Reza menilai upaya ini penting dilakukan, sebab berdasarkan data BRIN, jenis sampah plastik yang banyak ditemukan di perairan Indonesia meliputi plastik sekali pakai seperti plastik sachet, kantong plastik, botol minuman hingga sedotan. Sampah tersebut membutuhkan ratusan tahun untuk terurasi dan berpotensi mencemari laut hingga merusak habitat biota laut.

“Mikroplastik sangat berbahaya karena dapat dikonsumsi oleh plankton dan ikan yang menjadi bagian penting dari rantai makanan laut, dan pada akhirnya masuk ke tubuh manusia,” katanya.

Tak kalah penting, BRIN juga menjalin kerja sama dengan komunitas nelayan dan Pemerintah Daerah (Pemda) pada program pembersihan pantai hingga edukasi masyarakat. Sebab menurutnya perubahan perilaku masyarakat juga penting untuk menangani permasalahan tersebut.

“Pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci utama dalam menekan jumlah sampah plastik yang masuk ke laut. Perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah adalah langkah penting untuk jangka panjang,” tutur Reza.

BRIN, kata Reza, juga mempunyai sikap mendukugn regulasi terkait pengelolaan sampah plastik di Indonesia. Misalnya terkait pembatasan penggunaan plastik sekali pakai yang harus segera diimplementasikan.

“Kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai dan penguatan infrastruktur pengelolaan sampah di perkotaan harus segera diimplementasikan untuk mencegah pencemaran laut,” kata Reza.

Editor: Andika
Sumber: Okezone

ADVERTISEMENT
RMNEWS