🔥 TERKINI
Home » Nasional » Wasit Pertandingan Tinju Lampung vs Sumut di PON XXI Akhirnya Diberhentikan

Wasit Pertandingan Tinju Lampung vs Sumut di PON XXI Akhirnya Diberhentikan

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Laga Duel Joshua Juan Vargas Harianja (Sumatera Utara) melawan petinju Lampung, Rusdianto Suku. (Foto/Doc)

MEDAN, RMNEWS.ID- Wasit yang memimpin laga tinju antara Lampung vs Sumut akhirnya diberhentikan oleh Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina).

Keputusan itu merupakan tindakan tegas terhadap wasit tinju bernama Royke Waney yang mengambil keputusan kontroversional.

Ketua Umum (Ketum) PP Pertina, Komaruddin Simanjuntak mengatakan langkah itu diambil lantaran keputusan wasit dinilai tidak benar.

ADVERTISEMENT

“Hari ini saya umumkan, wasit yang memimpin itu tidak benar. Saya menonaktifkan dia,” kata Komaruddin Simanjuntak, pada Minggu (15/9/2024), melansir Mistar.

Dia mengatakan, selama perhelatan cabor tinju PON XXI berlangsung hari ke 6, terdapat 2 peristiwa menonjol. Yakni pada hari pertama di pertandingan atlet Papua Pegunungan, Sema Dabi melawan Ahmad Harahap dari Sumut.

Usai pertandingan, pelatih Papua Pegunungan melayangkan protes secara verbal kepada panitia. Situasi pun sempat tidak kondusif, dan video ketegangan itu viral di media sosial (medsos).

“Kita langsung menjelaskan kepada pelatih dan official dan mereka menerima. Mereka akhirnya paham,” kata Komaruddin.

Kemudian di hari kelima, pertandingan antara petinju Sumut Joshua Harianja melawan Rusdianto Suku dari Lampung.

Saat itu Rusdianto dua kali memukul jatuh lawannya, tapi di akhir pertandingan, justru ia dinyatakan kalah melawan tuan rumah.

Keputusan yang tidak adil itu membuat pelatih tinju Lampung menyampaikan protes keras. Sebab dugaan kecurangan tak hanya dialami Rusdianto, tapi juga dua petinju Lampung lainnya.

Ketua Umum Pertina mengatakan dalam pelaksanaan PON memang ada semangat dan fanatisme kedaerahan dalam diri pengurus dan pelatih untuk meraih prestasi terbaik.

Namun Komaruddin berpesan untuk prestasi harus dicapai dengan cara yang baik dan benar, sesuai koridor hukum dan ketentuan IBA, PB Pertina dan PB PON.

“Bila ada permasalahan selama pertandingan, disampaikan kepada panitia pelaksana, bukan dengan tindakan yang merugikan,” pungkas dia.

Editor: Gusti Rangga
Sumber: Mistar

ADVERTISEMENT
RMNEWS