🔥 TERKINI
Home » Natuna » Pekan Ini Kapal Coast Guard China Dua Kali Masuk Laut Natuna Utara

Pekan Ini Kapal Coast Guard China Dua Kali Masuk Laut Natuna Utara

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Pekan Ini Kapal Coast Guard China Dua Kali Masuk Laut Natuna Utara. (Foto/Doc)

NATUNA, RMNEWS.ID- Kapal Coast Guard China, CCG 5402, dua kali terdeteksi masuk ke kawasan perairan yurisdiksi Indonesia, Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau pada awal dan tengah pekan ini.

Bukan hanya masuk tanpa izin, CCG 5402 itu pun terpantau mengganggu aktivitas kegiatan Survei dan Pengolahan Data Seismik 3D Arwana yang sedang dilaksanakan PT Pertamina East Natuna menggunakan kapal MV Geo Coral.

Dua kali pula Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mengintersepsi dan menggiring keluar kapal Coast Guard China itu keluar dari perairan yurisdiksi Indonesia.

ADVERTISEMENT

Pertama pada Senin (21/10/2024), Kapal CCG 5402 itu terdeteksi masuk perairan Landas Kontinen Indonesia di Laut Natuna Utara. Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Bakamla RI kemudian menerima informasi intelijen ada gangguan terhadap aktivitas survei MV Geo Coral oleh kapal China tersebut.

Setelah mengetahui keberadaan Kapal China Coast Guard itu, KN. Tanjung Datu-301 bergerak menuju lokasi kejadian dan mendeteksi kapal CCG 5402 pada pukul 05.30 WIB di baringan 125° dengan jarak 7,3 mil laut (NM).

KN Tanjung Datu juga mencoba berkomunikasi melalui radio dengan kapal China tersebut. Merespons komunikasi yang dilakukan, kapal CCG 5402 bersikeras wilayah perairan tersebut merupakan bagian dari yurisdiksi China.

Untuk mengatasi masuknya kapal Coast Guard China itu, KN Tanjung Datu akhirnya mendapat bantuan kekuatan dari kapal patroli TNI AL KRI Sutedi Senaputera 378 dan Pesawat Patroli Udara Maritim Bakamla RI.

Bersama-sama, kedua kapal patroli Indonesia tersebut melaksanakan shadowing dan berhasil mengusir kapal CCG 5402 keluar dari wilayah yurisdiksi Indonesia di Laut Natuna Utara.

Kemudian pada Kamis (24/10/2024), kapal Coast Guard China yang sama terdeteksi masuk perairan Natuna Utara dan mengganggu lagi kegiatan Survei dan Pengolahan Data Seismik 3D Arwana yang sedang dilaksanakan PT Pertamina East Natuna menggunakan kapal MV Geo Coral.

Merespons hal tersebut, Bakamla pun langsung turun tangan ketika mendapatkan laporan tersebut.

“Mendapat laporan keberadaan kapal CCG 5402, kita kirimkan KN Pulau Dana-323 untuk melaksanakan intercept,” kata Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksma Bakamla Octavianus Budi Susanto, dalam keterangannya Kamis pagi, dikutip dari Metrotv.

Octavianus mengatakan KN Pulau Dana melakukan kontak komunikasi, namun tidak direspons kapal Coast Guard China tersebut. Kapal CCG 5402 itu justru malah mendekati serta mengganggu MV Geo Coral yang sedang melakukan kegiatan survei.

Alhasil, KN Pulau Dana – 323 mengusir Kapal CCG 5402 tersebut untuk keluar dari Landas Kontinen Indonesia agar tidak mengganggu kegiatan survei MV Geo Coral.

Editor: Gusti Rangga
Sumber: Metrotv

ADVERTISEMENT
RMNEWS