🔥 TERKINI
Home » Peristiwa » Pedagang Pasar Petisah Medan Demo Masalah Tarif Parkir, Ini Kata Bobby

Pedagang Pasar Petisah Medan Demo Masalah Tarif Parkir, Ini Kata Bobby

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Pedagang Pasar Petisah Demo Masalah Tarif Parkir, Ini Kata Bobby (foto/ist)

MEDAN, RMNEWS.ID – Para pedagang Pasar Petisah Kota Medan melakukan unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Medan, Senin (20/1/2025). Massa aksi tergabung dalam Pelindung Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu (P4B).

Mereka mengaku keberatan dengan rencana Pemerintah Kota Medan yang akan memasang portal parkir di lokasi pasar.
Sebab, dikhawatirkan setelah portal di pasang, tarif parkir di pasar tersebut akan lebih mahal sehingga pengunjung enggan datang.

“Kami semua sepakat untuk menolak pemberlakuan parkir portal, karena akan berdampak kepada kami para pedagang dan pengunjung,” tegas Koordinator Aksi Ibrahim Tanjung saat berorasi sebagaimana dilansir dari Kompas.

ADVERTISEMENT

Dari isu yang beredar, rencana tarif parkir yang dikenakan untuk sepeda motor Rp 4.000, sedangkan mobil Rp 10.000.

“Kalau segitu besarnya, makin malas orang ke pasar Petisah tersebut. Kalau di pasar tradisional saja parkir berbayar dengan tarif mahal, sudah pasti banyak yang memilih belanja kebutuhan di supermarket,” ucap Ibrahim.

Kekhawatiran yang sama juga disampaikan pedagang bernama Siti Aisyah, selama 40 tahun berdagang di sana, baru tahun ini di Pasar Petisah dipasang portal parkir. Dia khawatir ini akan mengurangi antusias pengunjung ke sana.

“Kita ini selalu drop off barang, jadi kalau ada portal tiap masuk bayar itu gimana? rugilah kami. Sudah pembeli dan pengunjung sepi. Tarif parkirnya pun enggak masuk di akal,” ungkap Siti.

Saat para pengunjuk rasa berorasi, Bobby kemudian menemui pengunjuk rasa, dia lalu mengatakan bahwa tarif parkir yang dikenakan tidak seperti isu yang beredar di kalangan pedagang. Kata Bobby, untuk tarif sepeda motor, Rp 3.000, mobil Rp 5.000, lalu untuk mobil pikap yang keluar masuk mengantar barang hanya dikenakan sekali tarif yakni Rp 4.000.

Menurut Bobby, para pedagang protes karena pihak Perusahan Umum Daerah (PUD) Pasar Pemko Medan kurang melakukan sosialisasi ke pedagang, sehingga mereka memperoleh informasi yang tidak tepat.

“Jadi kita sudah minta PUD Pasar Medan untuk melakukan sosialisasi kembali. Mereka kemarin mengira kalau tarif parkir itu harganya mahal dan tidak tetap, makanya kita pastikan itu tidak benar,” terang Bobby.

Usai mendengarkan penjelasan Bobby massa aksi membubarkan diri dengan tertib.

Editor: Andika
Sumber: Kompas

ADVERTISEMENT
RMNEWS