YOGYAKARTA, RMNEWS.ID – Jembatan Srandakan Lama yang berada di Kabupaten Bantul ambruk pada Kamis (6/2/2025) malam. Ambruknya jembatan ini diduga karena derasnya arus Sungai Progo dan pondasi tiang penyangga yang semakin terkikis hingga tidak lagi kuat menahan beban dari jembatan.
“Tepatnya tadi malam jam 22.40 putus ambrol (ambles) ke bawah di bagian yang dengkleng akibat pondasi tiang penyangga yang tergerus,” ujar Panewu atau Camat Srandakan Sarjiman, Jumat (7/2/2025), dilansir dari Kumparan.
Diduga jebolnya Dam Srandakan pada Minggu (26/1/2025) lalu mempercepat terkikisnya tiang penyangga jembatan.
“Semakin dipercepat dengan jebolnya Dam Srandakan,” ungkapnya.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena sebelumnya masyarakat telah dilarang untuk melintasi jembatan tersebut.
“Ini sudah ada larangan jauh hari (untuk tidak melintas),” ujarnya.
Soal Jembatan Srandakan Lama hingga jebolnya DAM Srandakan merupakan wewenang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu-Opak di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Sarjiman mengatakan, kini tengah ada tiga pekerjaan perbaikan BBWS Serayu Opak seperti penguatan jembatan Srandakan 2, perbaikan dam yang jebol, serta pembuatan dam baru di selatan dam lama.
Editor : Adhya
Sumber : Kumparan

