TANGERANG, RMNEWS.ID – TNI Angkatan Laut telah menyelesaikan pembongkaran pagar laut sepanjang 30,16 kilometer di perairan Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (13/2/2025). Tiga prajurit sempat tersengat ikan pari, dua lainnya tersayat bilah bambu.
Sejak 22 Januari 2025 hingga Rabu (12/2/2025), TNI AL bersama nelayan dan instansi maritim lain berhasil membongkar 28,8 kilometer lebih pagar laut Tangerang. Sisanya sepanjang 1,36 kilometer berhasil dituntaskan hari ini.
“Kami mulai melaksanakan operasi dari tanggal 22 Januari 2025 sampai dengan hari ini tanggal 13 Februari 2025. Kurang lebih selama 11 hari kerja,” ujar Asisten Potensi Maritim Kepala Staf Angkatan Laut Mayjen (Mar) Hermanto, dilansir dari BeritaSatu.
Menurutnya pemongkaran pagar laut di Tangerang sempat terhambat cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Tak hanya itu, tujuh prajurit TNI juga mengalami kecelakaan kerja.
“Tiga anggota terkena (sengat) ikan pari, dua anggota terkena kail pancing, dan dua anggota lagi tangannya tersayat bilah bambu,” ungkap Harmanto.
Sebelumnya, ada 213 personel gabungan dari TNI AL bersama instansi maritim dan nelayan membongkar pagar laut di perairan Kecamatan Pakuhaji, Mauk, dan Kronjo, Kabupaten Tangerang hari ini.
Pembongkaran pagar laut di Tangerang sebelumnya ditargetkan selesai 10 hari, namun karena terkendala cuaca buruk dan gelombang tinggi akhirnya jadi 11 hari.
“Rencana awal 10 hari, namun faktor cuaca menjadi kendala utama pembongkaran,” kata Hermanto.
TNI Angkatan Laut berharap dengan penyelesaian pembongkaran pagar laut ini, para nelayan di pesisir utara Kabupaten Tangerang dapat kembali mencari ikan dengan aman dan lancar.
“Pagar laut ini sebelumnya menyulitkan nelayan, namun hari ini kami berharap nelayan bisa kembali melaut mencari ikan dengan senang. Ke depannya, TNI AL akan selalu hadir untuk membantu kesulitan masyarakat,” ucap Hermanto.
Rampungnya pembongkaran pagar laut di perairan Kabupaten Tangerang disambut bahagia para nelayan. Seorang nelayan Maun mengaku hasil tangkapan ikannya meningkat jika dibandingkan dengan sebelumnya saat terhalang pagar laut.
“Tangkapan ikan sudah normal kembali seperti semula. Sehari sekarang bisa dapat 50 kilogram sampai 70 kilogram ikan, sebelumnya sulit karena jalurnya terhalang pagar laut. Kadang kita tidak melaut karena terhambat bambu itu,” ungkapnya.
Nelayan berharap TNI Angkatan Laut dan instansi maritim dapat menjaga wilayah laut dengan baik sehingga peristiwa pagar laut yang merugikan masyarakat nelayan seperti ini tidak kembali terulang di kemudian hari.
“Harapan nelayan ya tolong dijaga lagi lautnya, agar jangan sampai terjadi lagi seperti yang sekarang. Karena kami juga khawatir untuk anak dan cucu kami ke depan. Laut ini merupakan ladang kami mencari nafkah juga,” ucap Maun.
Editor: Andika
Sumber: BeritaSatu


