🔥 TERKINI
Home » Internasional » Mesir Minta Rekonstruksi Gaza Tanpa Ganggu Hak Warga Palestina

Mesir Minta Rekonstruksi Gaza Tanpa Ganggu Hak Warga Palestina

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi. (foto/dok)

JAKARTA, RMNEWS.ID – Mesir menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengadopsi rencana rekonstruksi Jalur Gaza tanpa menggusur warga Palestina. Usulan ini sekaligus menentang gagasan relokasi dari Presiden AS Donald Trump.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menegaskan pentingnya pendekatan tersebut dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez di Madrid pada 19 Februari.

“Kami menekankan pentingnya masyarakat internasional mengadopsi rencana untuk membangun kembali Gaza tanpa menggusur warga Palestina. Saya ulangi, tanpa menggusur warga Palestina dari tanah mereka,” kata Al-Sisi dalam keterangannya sebagaimana dilansir dari BeritaSatu.

ADVERTISEMENT

Menurut laporan harian Mesir Al-Ahram, pemerintah Kairo telah menyiapkan strategi untuk rekonstruksi Jalur Gaza dengan membentuk zona aman sebagai tempat tinggal sementara bagi warga Palestina. Pada saat bersamaan, perusahaan konstruksi Mesir dan internasional merekonstruksi infrastruktur yang hancur akibat perang.

Mesir telah membahas rencana rekonstruksi Jalur Gaza ini dengan perwakilan dari Eropa, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA). Mereka juga tengah mencari opsi pendanaan, termasuk kemungkinan penyelenggaraan konferensi internasional mengenai rekonstruksi Gaza.

Pernyataan Presiden Mesir ini bertentangan dengan gagasan yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump pada 4 Februari 2025 lalu. Trump mengusulkan agar warga Palestina direlokasi ke negara lain, sementara Jalur Gaza diubah menjadi kawasan wisata kelas dunia yang disebutnya Riviera Timur Tengah, merujuk pada kawasan wisata di sepanjang Laut Mediterania yang terkenal di Prancis dan Italia.

Proposal tersebut mendapat penolakan luas dari negara-negara Arab.

Sebagai tanggapan atas situasi yang berkembang, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman telah mengundang para pemimpin negara Teluk, Mesir, dan Yordania ke pertemuan di Riyadh pada Jumat (21/2/2025).

“Ini adalah pertemuan informal dalam semangat persaudaraan yang erat antara para pemimpin Arab. Hasil diskusi akan menjadi agenda utama dalam KTT darurat Liga Arab yang akan diselenggarakan di Mesir pada 4 Maret 2025,” demikian laporan kantor berita pemerintah Arab Saudi, SPA.

Jalur Gaza adalah wilayah kecil seluas 365 km² yang berbatasan dengan Israel dan Mesir, sementara bagian lainnya menghadap Laut Mediterania. Gaza merupakan salah satu dari dua wilayah Palestina, bersama dengan Tepi Barat yang berbatasan dengan Yordania dan saat ini berada di bawah pendudukan Israel.

Gaza mengalami kehancuran besar setelah serangan militer Israel terhadap Hamas, yang dilakukan sebagai respons terhadap serangan kelompok tersebut di Israel selatan pada 7 Oktober 2023.

Saat ini, Hamas dan Israel berada dalam perjanjian gencatan senjata tiga tahap yang mulai berlaku sejak 19 Januari. Namun, upaya rekonstruksi Jalur Gaza dan stabilisasi kawasan masih menjadi tantangan besar di tengah ketegangan politik dan konflik yang belum sepenuhnya mereda.

Editor: Andika
Sumber: BeritaSatu

ADVERTISEMENT
RMNEWS