🔥 TERKINI
Home » KALIMANTAN SELATAN » Dipicu KDRT, Seorang Istri di Paramasan Kalsel Penggal Kepala Suami

Dipicu KDRT, Seorang Istri di Paramasan Kalsel Penggal Kepala Suami

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Polisi sedang melakukan olah TKP di lokasi istri memenggal kepala suami, di Desa Paramasan Atas, Banjar, Kalsel. (Foto/Doc)

KALSEL, RMNEWS.ID- Warga Dusun Uman, Desa Paramasan Atas, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki dengan kondisi kepala dan lengan kiri terputus di pinggir sungai.

Terduga pelaku adalah istri korban sendiri yang berinisial F (30).

Paramasan Atas merupakan desa paling ujung Kabupaten Banjar dengan jarak 109 kilometer dari pusat kota. Kepala desa setempat, Ihsan, membenarkan kejadian tragis tersebut.

ADVERTISEMENT

“Benar kejadiannya kemarin Rabu, 16 Juli sore,” ujar Pambakal Ihsan, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Jumat (18/7/2025), seperti diberitakan Detik.

Ihsan mengatakan, peristiwa berdarah terjadi pada Rabu (16/7/2025), berlokasi di tengah hutan dekat perbatasan Kabupaten Kotabaru. Jaraknya sekitar satu jam berjalan kaki dari permukiman warga.

Warga yang melihat kondisi F dan anaknya berlumuran darah, sebagian mencari keberadaan suami F. Namun tidak ditemukan, dan kembali ke pondok.

Tak berselang lama, F meminta tolong agar diambilkan tas dan sandalnya yang tertinggal di lokasi kejadian.

“Beberapa warga pergi ke lokasi yang dimaksud. Setelah sampai, warga menemukan suaminya sudah tewas, kepalanya terpisah tidak jauh dari jasadnya, lengan kirinya putus,” ungkap Ihsan. Selain itu, pinggang kiri korban juga tampak terdapat luka bacokan benda tajam.

Pambakal Ihsan menceritakan, F dan suaminya baru menikah sekitar satu bulan. F sendiri seorang janda dan punya anak balita. Berdasarkan cerita warga, Ihsan mengatakan keduanya sering cekcok di rumah.

“Anaknya masih menyusu di badan,” kata Ihsan.

Puncak kemarahan F kepada suaminya terjadi ketika di tengah perjalanan menuju pendulangan. F menerima kekerasan fisik oleh suaminya. Bahkan anaknya pun tak luput dari kekerasan suaminya.

“F ditinju suaminya di dada, dipukul, sampai-sampai anaknya dilempar ke sungai. Untungnya sempat diselamatkan F. Dari situ F emosi dan kemudian menghabisi suaminya,” kata Ihsan, menceritakan bahwa kisah ini terungkap setelah F bercerita kepada warga perihal tewasnya suami.

Pambakal Ihsan mengatakan, sore itu juga jasad korban dievakuasi oleh kepolisian. Kemudian F, istri korban, menyerahkan diri kepolisi.

“Malam itu juga istrinya menyerahkan diri,” kata Ihsan.

Sementara, Polres Banjar belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian ini.

Editor: Gusti Rangga
Sumber: Detik

ADVERTISEMENT
RMNEWS