🔥 TERKINI
Home » Nasional » Peneleti Temukan Dua Spesies Siput Laut Langka di Sulawesi Utara

Peneleti Temukan Dua Spesies Siput Laut Langka di Sulawesi Utara

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Peneleti Temukan Dua Spesies Siput Laut Langka di Sulawesi Utara. (Foto/Doc)

SULUT, RMNEWS.ID- Sulawesi Utara kembali menjadi pusat perhatian ilmiah dunia. Dua spesies siput laut langka ditemukan di perairan wilayah ini melalui kontribusi foto-foto para penyelam.

Penemuan ini tak hanya memperkaya pengetahuan kita tentang keanekaragaman hayati laut, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya partisipasi publik dalam sains.

Dilansir dari iNews, para ilmuwan internasional dari Jerman, Indonesia, dan Wales mengumumkan penemuan dua spesies baru siput laut dari famili Phyllidiidae, yaitu Phyllidia ovata dan Phyllidia fontjei.

ADVERTISEMENT

Keduanya termasuk dalam kelompok nudibranch, siput laut tanpa cangkang yang terkenal dengan warna mencolok dan pertahanan kimianya.

Kedua spesies ini hidup di terumbu karang kawasan Indo-Pasifik dan memakan spons laut. Menariknya, mereka menyimpan racun dari spons yang dimakan dalam jaringan tubuhnya untuk melindungi diri dari predator.

Meski Sulawesi Utara telah tercatat memiliki lebih dari 350 spesies siput laut, diperkirakan hampir 100 di antaranya masih belum diberi nama ilmiah.

Peneleti Temukan Dua Spesies Siput Laut Langka di Sulawesi Utara. (Foto/Doc)

Nama Phyllidia ovata diambil dari bentuk tubuhnya yang oval dan pola warnanya yang unik. Spesies ini sebenarnya sudah sering difoto selama dua dekade terakhir di berbagai wilayah seperti Indonesia, Jepang, Taiwan, Filipina, dan Australia.

Namun, selama ini spesies ini keliru diidentifikasi sebagai Phyllidia picta atau Phyllidia coelestis.

Ciri khas P. ovata adalah tubuh berwarna putih bersih dengan bercak hitam di bagian tengah dan tonjolan-tonjolan (tuberkel) berwarna cerah dengan ujung kuning. Panjang tubuhnya bisa mencapai 50 mm (2 inci).

Keunikan lainnya terletak pada anus ventral dan garis hitam di bagian kaki bawah tubuh, yang membedakannya dari spesies sejenis.

Spesies kedua, Phyllidia fontjei, dinamai untuk menghormati Dr. Fontje Kaligis, seorang ilmuwan Indonesia yang memberikan kontribusi besar dalam penelitian siput laut secara global.

Dengan ukuran tubuh hanya 16 mm (0,6 inci), P. fontjei tergolong sangat kecil. Ia memiliki tubuh berwarna putih, bercak oranye terang di bagian tengah, dan garis hitam yang membuatnya sangat mencolok.

Spesimen pertama ditemukan sedang beristirahat di atas spons laut pada kedalaman 25,3 meter di dekat Pulau Bunaken, Sulawesi Utara.

Para peneliti membandingkan struktur internal P. fontjei dengan spesies lain seperti P. ocellata dan P. flava dari Laut Mediterania. Meskipun ketiganya berbeda ukuran dan wilayah sebaran, ditemukan perbedaan halus pada sistem pencernaan dan reproduksi.

Uniknya, P. fontjei mencapai kematangan seksual pada ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan P. ovata dan P. flava.**

Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: iNews

ADVERTISEMENT
RMNEWS