KUTAI BARAT, RMNEWS.ID- Insiden tenggelamnya kapal feri tradisional terjadi di perairan Sungai Mahakam, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Dari delapan penumpang yang sempat dinyatakan hilang, tujuh orang ditemukan tewas, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian hingga Rabu (12/11/2025).
Isak tangis keluarga pecah saat tim SAR gabungan tiba membawa tujuh jenazah korban ke daratan di Kecamatan Long Iram, Kutai Barat. Seluruh korban yang ditemukan dipastikan meninggal dunia.
Proses pencarian dilakukan secara intensif oleh Basarnas Balikpapan bersama unsur TNI, Polri, dan relawan setempat.
Berikut kronologi penemuan para korban:
Korban pertama ditemukan pada Rabu (12/11/2025) pagi, berjarak 3,69 kilometer dari lokasi kapal tenggelam. Korban diidentifikasi sebagai Marselus Bouk alias Cello (24).
Korban kedua, Anci Anwar (50), ditemukan sekitar 5,4 kilometer dari lokasi kejadian.
Pada pukul 08.20 Wita, korban ketiga bernama Dedi (47) ditemukan sejauh 13 kilometer dari titik tenggelamnya kapal.
Korban keempat, Yanto (41), ditemukan sejauh 15 kilometer dari lokasi kejadian.
Tiga jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi, namun seluruhnya diketahui sebagai karyawan PT BDL.
Kepala Kantor Basarnas Balikpapan, Dody Setiawan, menjelaskan bahwa kapal feri tradisional tersebut membawa lebih dari satu ton semen dan 28 orang penumpang.
Dari jumlah tersebut, 25 merupakan karyawan PT BDL, sedangkan tiga lainnya adalah motoris atau kru kapal.
“Dari total delapan korban yang sempat dinyatakan hilang, tujuh sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Saat ini satu orang lagi masih kami cari,”
ujar Dody, Rabu (12/11/2025), dilansir dari Kompas
Semua penumpang merupakan karyawan PT BDL yang diangkut dari dermaga perusahaan menuju lokasi kerja. Hingga kini, tim SAR masih berupaya mencari satu korban yang belum ditemukan.
Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Mahakam untuk menemukan korban terakhir yang belum ditemukan.
Pencarian difokuskan hingga radius 15 kilometer dari lokasi kapal tenggelam, dengan menggunakan perahu karet, drone udara, dan peralatan selam.
“Semua jenazah yang sudah ditemukan langsung kami evakuasi ke rumah sakit umum di Kutai Barat,”
tutup Dody.
Ketujuh jenazah korban kini telah dievakuasi ke RSUD Kutai Barat untuk proses pemeriksaan medis dan identifikasi lanjutan.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Kompas

