🔥 TERKINI
Home » BANTEN » Polisi Tegaskan Kasus Tewasnya Anak Politisi PKS di Cilegon Murni Pembunuhan

Polisi Tegaskan Kasus Tewasnya Anak Politisi PKS di Cilegon Murni Pembunuhan

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Polisi lakukan olah TKP.(Foto/Doc)

CILEGON, RMNEWS.ID– Fakta baru terungkap dalam kasus tewasnya Muhammad Axel, anak dari seorang politisi PKS di Kota Cilegon, Banten.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa peristiwa tragis tersebut murni merupakan aksi pembunuhan dan bukan disebabkan oleh perampokan sebagaimana isu yang sempat beredar.

Kepastian ini disampaikan setelah penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengecekan menyeluruh terhadap barang-barang di rumah korban.
Tidak Ada Barang Hilang

ADVERTISEMENT

Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, menjelaskan bahwa tidak ditemukan adanya indikasi kehilangan harta benda milik korban maupun keluarganya di lokasi kejadian, Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) 3, Kota Cilegon.

“Isu beredar memang ada perampokan. Yang jelas setelah cek barang dari korban maupun keluarga tidak ada yang hilang. Motifnya pembunuhan. Tidak benar (perampokan),” tegas AKP Sigit pada Kamis (18/12/2025), dikutip dari Viva.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan koordinasi dengan dokter forensik, Muhammad Axel diketahui meninggal dunia dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

Polisi menemukan total 22 luka pada tubuh korban, yang terdiri dari 19 luka tusuk akibat benda tajam dan 3 luka kekerasan akibat benda tumpul.

Hingga memasuki hari ketiga penyelidikan, pelaku pembunuhan belum berhasil diidentifikasi. Polisi menghadapi kendala teknis karena sejumlah kamera pengawas (CCTV) di sekitar rumah korban ditemukan dalam kondisi tidak berfungsi.

“CCTV rusak dua minggu sebelum kejadian,” ungkap AKP Sigit. Hal ini membuat polisi harus bekerja ekstra keras untuk mendapatkan rekaman kejadian atau petunjuk visual lainnya.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa delapan orang saksi untuk mengungkap motif dan pelaku di balik aksi keji ini.

Saksi-saksi tersebut meliputi kedua orang tua korban, dua orang asisten rumah tangga (ART) dan empat orang saksi lainnya dari pihak keluarga dan lingkungan sekitar.

Diketahui saat kejadian, rumah tersebut tidak memiliki petugas keamanan (sekuriti).

Selain itu, para asisten rumah tangga dilaporkan sudah pulang lebih awal sebelum peristiwa pembunuhan terjadi.

Polres Cilegon terus melakukan pengejaran terhadap pelaku dan mengembangkan penyelidikan melalui observasi keterangan saksi serta bukti-bukti lapangan lainnya.

Peristiwa ini telah menimbulkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi warga sekitar dan tokoh politik di Kota Cilegon.**

Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Viva

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
RMNEWS