🔥 TERKINI
Home » JAWA TIMUR » 11 Pekerja Seks Komersial Terjaring Operasi Satpol PP Bangkalan

11 Pekerja Seks Komersial Terjaring Operasi Satpol PP Bangkalan

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT

BANGKALAN, RMNEWS.ID – 11 perempuan yang diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK) terjaring Operasi Pekat yang digelar aparat gabungan Satpol PP, TNI/Polri, Detasemen Polisi Militer V/4-4 Usai PPKM di Bangkalan usai turun Level PPKM-.

Sepertinya mereka memanfaatkan turunya level PPKM.

Sedikitnya 11 perempuan yang diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK) terjaring Operasi Pekat yang digelar aparat gabungan Satpol PP Bangkalan, TNI/Polri, Detasemen Polisi Militer V/4-4 Bangkalan, Perizinan, hingga Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan, Sabtu (6/11/2021) malam.

ADVERTISEMENT

“Terdata tujuh perempuan dari kawasan warung remang-remang di Bancaran dan dua perempuan yang diduga mesum di rumah kos di kawasan Senenan,” Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bangkalan, Ari Murfianto, Minggu (7/11/2021).”Total ada 11 perempuan yang diduga sebagai pelayan pria hidung belang,” ungkap dia.

Ia menjelaskan, giat patrol hingga dini hari itu merupakan gelar Operasi Pekat pertama setelah sekian lamapemberlakuan PPKM Covid-19 sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait kembali beroperasinya warung-warung remang, hotel, rumah kos, dan kafe.“Kami melihat ada euphoria masyarakat usai level PPKM di Bangkalan turun,” tuturnya.

“Ke depan kami akan lebih giatkan gelar seperti ini termasuk mensosialisasikan pola hidup sehat di tengah pandemi Covid-19,” jelas mantan Sekretaris Dinas.

Perhubungan Kabupaten Bangkalan itu. Selain menjaring 11 kupu-kupu malam, aparat gabungan juga mendapati empat remaja karena berkaitan dengan minuman keras (miras).

Sebelumnya, Satpol PP dan Dinas Sosial Bangkalan juga menjaring sebanyak 18 anak jalanan di simpang tiga Junok. Ari memaparkan, pihaknya melakukan pendataan dan pembinaan terhadap kupu-kupu malam dilanjutkan menghubungi pihak masing-masing keluarga untuk diserah terimakan.Sedangkan penanganan anak jalanan diserahkan langsung kepada dinas sosial.“Mayoritas anak-anak jalanan itu berasal dari Surabaya. Untuk kasus miras kami serahkan langsung ke pihak kepolisian karena menyangkut dengan tindak pidana ringan,

Redaksi : Ari Susanto

Sumber : Trb.com

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT
RMNEWS