🔥 TERKINI
Home » Langkat » Pihak SMAN 1 Secanggang Diimbau Tak Mencampuri Urusan Optimalisasi Lahan

Pihak SMAN 1 Secanggang Diimbau Tak Mencampuri Urusan Optimalisasi Lahan

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Kepala Desa Secanggang, Tengku Syaiful Anhar meninjau lokasi pengerukan optimalisasi lahan. (Foto/Sofyan)

LANGKAT, RMNEWS.ID- Kepala Desa (Kades) Secanggang, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Tengku Syaiful Anhar menanggapi komplain dari pihak komite sekolah dan Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Secanggang terkait pengerukan optimalisasi lahan yang letaknya berada di seberang sekolah tersebut.

“Semua ada tupoksinya, jadi tidak perlu mencampuri soal proyek optimalisasi lahan. Itu sudah jadi urusan Dinas Pertanian dan Kodim. Kegiatan ini pun bukan tanpa suatu perjanjian tertulis, sudah ada dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Pertanian dan Panglima TNI” jelas Syaiful Anhar.

Menurut Syaiful, pihak sekolah SMAN 1 Secanggang tidak berhak mengajukan komplain terkait pengerukan lahan yang berada di depan SMAN 1 Secanggang itu.

ADVERTISEMENT

“Tidak ada hak komplain bagi pihak Komite Sekolah dan Kepala Sekolah di sana. Apa yang dikerjakan saat ini juga untuk kepentingan masyarakat sebagaimana tertuang dalam perjanjian. Jadi salah besar bagi pihak Komite Sekolah dan Kepsek apabila meributi hal (pengerjaan-red) ini,” tegas Syaiful, Rabu 14 Agustus 2024.

Syaiful menjelaskan, pihak SMAN 1 Secanggang bisa saja mengajukan komplain apabila pengerukan itu terjadi di dalam lingkungan atau di dalam batas pagar dari sekolah itu.

Sedangkan pengerjaan pengerukan lahan, lanjut Syaiful, berada di luar halaman sekolah lebih tepatnya di seberang jalan SMAN 1 Secanggang.

“Intinya sekarang pengerjaan di luar sekolah. Makanya saya heran, kok masalah yang sepele ini diributi? Padahal proyek ini kan untuk kepentingan masyarakat, supaya aliran air berjalan lancar, tidak banjir dan banyak hal positif lainnya,” ungkap Syaiful.

Terkait limbah yang dihasilkan dari proses pengerukan, Syaiful mengatakan, bahwa tanah kerukan tersebut dibuang ke lokasi lahan milik negara serta digunakan untuk membuat tanggul.

“Kita tidak menganggu aktivitas dan segala bentuk yang berada di sekolah. Kalau memang pengerjaan salah, artinya limbah dibuang di pekarangan sekolah, wajar kalau pihak sekolah komplain. Tapi kan bisa dilihat sendiri, yang sudah dikerjakan dibuang pada tempatnya, bukan dibiarkan berserakan,” beber Syaiful.

Untuk itu, Tengku Syaiful Anhar meminta kepada pihak Danramil selaku perwakilan dari Kodim untuk memberi pencerahan ataupun penjelasan ke pihak komite sekolah dan Kepsek SMA Negeri 1 Secanggang.

“Sekali lagi saya tekankan, apa yang diperbuat dalam pengerjaan tidak merugikan pihak sekolah. Dan saya berharap Danramil memberikan penjelasan ke pihak sekolah supaya tidak ada simpangsiur soal pengerjaan proyek Opla ini,” pungkas Teungku Syaiful Anhar.

ADVERTISEMENT
RMNEWS