JAKARTA, RMNEWS.ID – Pernikahan adalah hal yang sakral, karena bukan sekadar tinggal serumah dengan pasangan, maka dari itu tidaklah sembarangan. Pernikahan akan dijalani oleh sepasang kekasih sepanjang hidupnya, sehingga keseriusan dan komitmen dibutuhkan dari kedua belah pihak.
Kendati demikian, pernikahan tidak selalu berjalan mulus. Permasalahan sangat umum akan terjadi, baik yang dampaknya kecil maupun besar sampai berujung pada perceraian. Tidak semua orang mengetahui cara menghadapi dan mengatasi masalah saat menikah.
Di sinilah kelas pranikah hadir untuk membantu. Psikolog keluarga sekaligus konsultan pranikah yang berpraktik di Semarang, Jawa Tengah, Sukmadiarti, M.Psi., menerangkan, mengikuti kelas pranikah diperlukan lantaran sangat penting.
“Penting untuk membekali diri dengan ilmu sebelum pernikahan. Jadi, saat memasuki pernikahan, sudah lebih matang,” ucapnya, dikutip dari Kompas, Kamis (15/8/2024).
Sukmadiarti menjabarkan, kelas pranikah dapat mematangkan pengetahuan seseorang tentang pernikahan. Ketika tidak memiliki ilmu yang tepat, orang-orang akan menggunakan ilmu yang dipelajari sendiri melalui apa yang mereka saksikan dari pernikahan orangtuanya.
“Kalau (pernikahan) orangtua alhamdulillah kondisinya baik dan harmonis, Insya Allah terjaga relasi (dengan calon suami atau istri) ke depan,” ucap Sukmadiarti.
Selain itu, orangtua juga manusia yang tidak sempurna. Meski harmonis, terkadang masalah tetap muncul. Cara mereka menyikapi permasalahan pun belum tentu sempurna. Inilah mengapa kelas pranikah perlu diikuti, yakni untuk menyempurnakan ilmu yang telah didapat calon pengantin (catin) melalui pernikahan orangtuanya.
“Apalagi kalau punya latar belakang broken home, di keluarga ada pertengkaran, dan sebagainya. Butuh banget untuk dibekali, pernikahan itu idealnya seperti apa,”
Jika tumbuh di lingkungan keluarga yang seperti itu, menurut Sukmadiarti, pikiran catin akan terjebak dalam pernikahan yang “ideal” versi orangtuanya dahulu.
“Dengan membekali diri dengan ilmu pernikahan sebelum menikah, jadi punya mindset yang benar terhadap pernikahan, pasangan, dan diri sendiri dalam menjalani pernikahan ke depan,” papar dia.
Beberapa materi yang akan dipaparkan dalam kelas pranikah, umumnya mencakup finansial dan cara mengasuh anak bagi yang berencana memiliki keturunan.
Editor: Andika
Sumber: Kompas


