🔥 TERKINI
Home » SUMATERA UTARA » Warga Sumut Dihadapkan Kasus Penistaan Agama, Selebgram Ratu Entok Terlibat

Warga Sumut Dihadapkan Kasus Penistaan Agama, Selebgram Ratu Entok Terlibat

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Warga Sumut Dihadapkan Kasus Penistaan, Selebgram Ratu Entok Terlibat (foto/ist)

SUMUT, RMNEWS.ID – Sebuah unggahan di platform TikTok oleh akun dengan nama @noora_aritonang, diduga melakukan penistaan agama. Tak hanya itu, masyarakat Sumatera Utara harus dihadapi dengan penyusulan penangkapan seorang selebgram bernama Medan Ratu Talisha alias Ratu Entok.

Pada siaran langsung akun TikTok tersebut, isinya menyentuh tafsir agama yang dianggap melecehkan. Dalam video yang menjadi viral ini, @noora_aritonang mengungkapkan pandangannya bahwa Yesus adalah seorang binatang. Ia melakukan ini dengan menunjuk pada Alkitab, khususnya buku Wahyu 5 Ayat 6, lalu mengatakan bahwa ungkapan tersebut menunjukkan Yesus sebagai ‘anak domba’ yang ia tafsirkan sebagai binatang.

Selama siaran, akun @noora_aritonang lalu terlihat memprovoke salah satu penonton dan menyuruhnya untuk diam, menyatakan, “Kau punya Tuhan aja kayak binatang juga kayak gitu pulak, diam kau. Kau diam aja dulu, ku bacakan firman Tuhan kau.” Pernyataan ini dianggap banyak orang menyalahi ajaran yang sebenarnya dan berpotensi menimbulkan konflik di masyarakat, seperti dilansir dari bisik.

ADVERTISEMENT

Tak lama setelah itu, akun tersebut mengalihkan fokus ke Yohanes 1:29, kembali mengulang pernyataannya bahwa Yesus adalah domba yang berarti binatang. Ia menyatakan, “Kita balikkan ke sini, Yohanes mengatakan Yesus itu binatang, kurang ajar Yohanes ini ya.” Faktanya, hal ini menambah ketegangan bagi yang mengikuti siaran tersebut.

Seorang warga bernama Dosma Roha Sijabat terpanggil untuk melaporkan tindakan ini kepada pihak kepolisian. Laporannya tercatat dengan nomor: STTLP/B/1413/X/2024/SPKT/Polda Sumut pada tanggal 10 Oktober 2024. Dalam keterangan yang diberikan, Dasma menyatakan bahwa ia sudah lama merasa resah atas ungkapan-ungkapan kebencian yang keluar dari akun @noora_aritonang.

Dia mencurigai bahwa terdapat niatan dalam kumpulan akun-akun yang kerap muncul bersama @noora_aritonang untuk memecah belah kerukunan antaragama.

“Dari situ, saya memantau akun dia sudah lama. Saya melihat mereka berusaha membuat perpecahan, apalagi setelah penangkapan Ratu Entok, dia makin berani dengan ucapannya yang kasar.” ungkap Dosma.

Awalnya, Dosma tidak menyangka bahwa unggahan itu akan menimbulkan masalah besar. Namun, pada hari dan tanggal Jumat, 07 Oktober 2024, dia merasa cukup terkejut ketika @noora_aritonang kembali menyampaikan pernyataan yang menghina muatan kitab suci. Khawatir akan adanya dampak yang lebih buruk, ia menyatakan, “Saya merasa tidak terima. Ini sudah melulu laknat dan bisa membuat ketegangan di antara umat beragama.”

Saat ini, Polda Sumut tengah mendalami laporan tersebut dan berencana melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang terlibat. Seorang juru bicara kepolisian mengatakan, “Laporan polisi sudah diterima, penyidik akan mendalami dengan mengagendakan pemeriksaan dan klarifikasi kepada para pihak yang terkait.”

Ini menjadi ilustrasi lagi bagaimana teknologi dan media sosial bisa menjadi arena berseminya fakta-fakta yang sensitif terhadap keberagaman serta perasaan masyarakat dalam beragama.

Editor: Andika
Sumber: bisik

ADVERTISEMENT
RMNEWS