🔥 TERKINI
Home » DKI JAKARTA » Penganugerahan Gelar Doktor Bahlil Lahadalia Tuai Polemik

Penganugerahan Gelar Doktor Bahlil Lahadalia Tuai Polemik

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Bahlil Lahadalia. (Foto/Doc)

JAKARTA, RMNEWS.ID- Penganugrahan gelar doktor oleh Universitas Indonesia (UI) kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Bahlil Lahadalia terus menuai polemik.

Bahkan, sebuah petisi pun telah dibuat untuk menolak penganugerahan gelar doktor yang diberikan kepada Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Kini sudah ada 5.127 orang telah menandatangani petisi “Tolak Komersialisasi Gelar Doktor, Pertahankan Integritas Akademik” hingga Sabtu (19/10/2024).

ADVERTISEMENT

Disebutkan bahwa para alumni UI menduga adanya praktik komersialisasi dalam proses penyelesaian studi S3 kepada Bahlil.

Tak hanya itu, Rocky Gerung yang pernah mengajar di UI selama 15 tahun pun ikut memberikan komentar pedas terkait disertasi Bahlil Lahadalia yang kini sedang viral di sosial media.

Diketahui sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia baru saja mendapatkan gelar doktor atau S3.

Dirinya mendapatkan gelar tersebut dari Sekolah Kajian Stratejok Global Universitas Indonesia.

Disertasi yang dibuat Bahlil memiliki tema ‘Kebijakan Kelembagaan & Tata Kelola Hilirisasi yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia’.

Bahlil sendiri berhasil menjawab semua pertanyaan yang diberikan penguji dan kini lulus dengan predikat cumlaude.

Akademisi Rocky Gerung menjelaskan, jika sidang tersebut memiliki conflict of interest yang janggal. Pasalnya, sosok penguji yang ada di sana merupakan salah satu komisaris.

“Jadi selain soal mal administrasi yang sangat mungkin terjadi karena konflik interest antara penguji yang berkedudukan sebagai komisaris dan Bahlil sebagai politisi, itu sudah problem adminitrasi sebelum jadi problem etis kan itu sudah ada konflik interest,” jelas Rocky Gerung baru-baru ini.

Rocky Gerung kemudian menjelaskan tentang keresahan para alumni UI terkait hal ini. Para alumni UI disebut curiga dan meminta agar disertasi tersebut dikaji ulang.

“Saya ikuti teman-teman di UI itu, mengusulkan supaya dikaji ulang. Kan itu pembuktian yang lebih enak, kalau dibuka semacam ujian terbuka,” ujar Rocky.

Sementara Bahlil Lahadalia mengatakan, gelar doktor tersebut diperoleh setelah menjalani proses yang mencakup kuliah, konsultasi, seminar, dan sidang terbuka promosi doktor.

“Saya enggak tahu, itu urusan internal kampusnya. Tetapi saya kuliah itu aturannya mengatakan bahwa minimal S3 itu, dalam ranah saya, saya kan by riset, itu minimal 4 semester, dan saya sudah 4 semester. Itu saja,” ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, dikutip dari Tribun.

Bahlil meraih gelar doktor setelah dinyatakan lulus dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI).

Sidang berlangsung di Gedung Makara Art Center UI pada Rabu (16/10/2024) dan dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. I Ketut Surajaya, S.S., M.A.

Editor: Gusti Rangga
Sumber: Tribun

ADVERTISEMENT
RMNEWS