BATAM, RMNEWS.ID – Warga Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mengeluh penumpukan sampah. Kali ini terjadi di Komplek Perumahan Legenda Malaka.
Sampah yang tidak diangkut petugas selama hampir dua pekan, menimbulkan bau menyengat dan mengundang lalat. Warga pun dibuat resah dan bingung harus membuang sampah ke mana.
Kang Nurdin, seorang warga Perumahan Legenda Malaka, mengaku geram dengan situasi ini.
Ia menuturkan, sampah di depan rumah warga sudah menggunung dan menciptakan pemandangan tidak sedap serta potensi gangguan kesehatan.
“Sudah dua minggu petugas nggak datang. Sampah depan rumah menumpuk dan baunya menyengat. Kami bingung mau buang kemana lagi,” ungkap Nurdin, Selasa (7/1/2025), dilansir dari Tribun.
Tak hanya sampai disitu, warga juga mengeluhkan serbuan lalat yang mulai masuk ke dalam rumah mereka.
Hal ini membuat aktivitas sehari-hari terganggu, terutam ketika hendak memasak atau makan.
Kondisi lingkungan yang kotor juga memunculkan kekhawatiran terhadap potensi munculnya penyakit seperti diare atau demam berdarah.
“Lalat sudah masuk ke rumah, sangat mengganggu. Anak-anak juga jadi susah main di luar. Kami khawatir masalah ini akan berdampak pada kesehatan kalau terus dibiarkan,” kata Nurdin menerangkan.
Perkara ini turut diperparah lantaran tidak adanya tanda-tanda penyelesaian dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam.
Nurdin menyebut, ia bahkan berniat mengantarkan sampah tersebut langsung ke kantor DLH sebagai bentuk protes.
“Kalau tidak segera ada solusi, kami bersama warga akan bawa sampah ini langsung ke kantor dinas. Pemerintah harus memberikan perhatian terhadap masalah ini karena menyangkut kenyamanan dan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
“Jangan hanya mengutip retribusi sampah tapi sampah tak diangkut,” tambahnya dengan nada kesal.
Warga berharap agar pemerintah, khususnya DLH, segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi penumpukan sampah ini.
Mereka meminta petugas segera turun untuk mengangkut sampah yang telah lama menumpuk.
“Kami hanya ingin lingkungan kami bersih seperti sebelumnya. Jika masalah ini terus berlarut-larut, tentu akan semakin banyak yang dirugikan,” ucap warga lainnya.
Editor: Andika
Sumber: Tribun


