🔥 TERKINI
Home » JAWA TIMUR » Kasus PMK Meningkat, Pemerintah Lumajang Tutup Pasar Hewan

Kasus PMK Meningkat, Pemerintah Lumajang Tutup Pasar Hewan

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Kasus PMK Meningkat, Pemerintah Lumajang Tutup Pasar Hewan (foto/ist)

LUMAJANG, RMNEWS.ID – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak di Lumajang, Jawa Timur cukup tinggi, sehingga membuat pemerintah setempat mengambil kebijakan untuk menutup seluruh pasar hewan.

Penutupan pasar hewan itu, dalam rangka upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus PMK. Selain itu, pemerintah juga menggencarkan vaksinasi secara door-to-door langsung ke rumah para peternak.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, selama tiga bulan terakhir terdapat 1.000 sapi yang terjangkit penyakit PMK, dengan 77 di antaranya mati.

ADVERTISEMENT

Penutupan pasar hewan dilakukan Pemerintah Lumajang hingga 31 Januari 2025. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah memutus mata rantai penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Disinyalir virus PMK mulai parah kembali, sehingga mau tidak mau pasar ditutup sementara sampai 31 Januari 2025,” ungkap Kepala UPT Puskeswan Pasirian DKPP Lumajang Totok Suprayitno, pada Selasa (21/1/2025), dilansir dari BeritaSatu.

Selain penutupan pasar hewan, petugas juga melakukan vaksinasi secara door-to-door ke rumah-rumah peternak. Sasaran vaksinasi tersebut yakni pada wilayah-wilayah yang terdata belum terpapar PMK. Sementara, bagi wilayah yang ternaknya banyak terpapar PMK, petugas melakukan pengobatan terhadap sapi-sapi yang sakit.

“Kita juga jalan untuk vaksinasi yang sasarannya daerah yang belum terpapar PMK,” ujarnya.

Selain upaya tersebut, petugas turut memberikan imbauan untuk menjaga kebersihan kandang dan ternak. Selama paparan penyakit PMK masih tinggi, petugas menghimbau warga untuk tidak mendatangkan sapi baru ke dalam kandang agar paparan penyakit PMK tidak semakin meluas.

Editor: Andika
Sumber: BeritaSatu

ADVERTISEMENT
RMNEWS