🔥 TERKINI
Home » Nasional » Puluhan Napi Risiko Tinggi dari Jatim Dipindah ke Nusakambangan

Puluhan Napi Risiko Tinggi dari Jatim Dipindah ke Nusakambangan

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Puluhan Napi Risiko Tinggi dari Jatim Dipindah ke Nusakambangan. (Foto/Doc)

CILACAP, RMNEWS.ID- Sebanyak 37 narapidana berisiko tinggi dari sejumlah lembaga pemasyarakatan di Jawa Timur (Jatim) dipindahkan ke Lapas super maksimum security yang terletak di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Minggu (27/7/2025).

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur Kadiono, menyampaikan para narapidana tersebut termasuk kategori berisiko tinggi berdasarkan hasil asesmen, penyelidikan, dan penyidikan.

“Mereka adalah narapidana yang dinilai dapat mengganggu stabilitas keamanan serta berpotensi menghambat proses pembinaan terhadap warga binaan lainnya,” ujar Kadiono dikutip dari Tvone.

ADVERTISEMENT

Pemindahan dilakukan oleh tim keamanan intelijen dan kepatuhan internal Ditjenpas, bekerja sama dengan jajaran Kanwil Ditjenpas Jatim serta pihak Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Para narapidana yang dipindahkan berasal dari Lapas Kelas I Madiun, Lapas Kelas I Surabaya, Lapas Lamongan, dan Lapas Pamekasan.

Kadiono menegaskan langkah ini merupakan bagian dari komitmen untuk memberantas peredaran narkoba dan pelanggaran lainnya di dalam lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.

“Siapa pun yang terlibat dalam pelanggaran, baik warga binaan maupun petugas, akan diberikan sanksi tegas karena hal tersebut merugikan proses pembinaan bagi warga binaan lainnya,” tambahnya.

Ia juga menyebut pemindahan ini bertujuan untuk mencegah pengaruh negatif terhadap narapidana lain serta memberi kesempatan kepada para pelanggar untuk menjalani pembinaan dalam sistem pengamanan yang lebih ketat.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Batu Nusakambangan Irfan menjelaskan para narapidana tersebut akan ditempatkan di beberapa lapas di Nusakambangan, yaitu Lapas Karang Anyar, Lapas Gladakan, Lapas Ngaseman, dan Lapas Besi.

Mereka akan menjalani program pembinaan serta pengamanan yang disesuaikan dengan tingkat risiko masing-masing, bekerja sama dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Nusakambangan.

“Melalui pendekatan pembinaan dan pengawasan khusus ini, kami berharap mereka dapat berubah ke arah yang lebih baik dan mengikuti program pembinaan secara aktif,” jelas Irfan.**

Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Tvone

ADVERTISEMENT
RMNEWS