🔥 TERKINI
Home » JAWA TIMUR » Gawat, Narkoba Sudah Masuk ke Pesantren di Sumenep

Gawat, Narkoba Sudah Masuk ke Pesantren di Sumenep

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda. (Foto/Doc)

SUMENEP, RMNEWS.ID- Peredaran narkoba di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur makin mengkhawatirkan.

Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda mengungkapkan bahwa narkoba tak hanya menyasar pelajar, tetapi juga telah masuk hingga ke pesantren-pesantren.

Pernyataan itu disampaikan Kapolres saat menjelaskan penangkapan pemilik sabu seberat 200 gram di Pelabuhan Pasongsongan, beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

“Sampai saya mendengar (narkoba) sudah masuk sampai ke pesantren-pesantren,” kata Rivanda, Senin (4/8/2025), dikutip dari Sindo.

Rivanda mengklaim, pihaknya serius menangani kasus narkoba yang kini mulai masuk ke lingkungan pendidikan.

Selama tiga bulan menjabat, dia meminta jajarannya untuk menjadikan kasus narkoba sebagai prioritas utama. “Saya sudah menekankan bahwa kasus narkoba benar-benar harus menjadi atensi,” ujarnya.

Langkah konkret pun telah dilakukan, mulai dari patroli besar hingga ke wilayah kepulauan serta motivasi bagi Satresnarkoba untuk mengungkap jaringan besar.

“Kami motivasi bagaimana caranya harus mengungkap kasus-kasus besar, tidak hanya kasus pengguna,” ungkapnya.

Tak hanya penindakan, pihak kepolisian juga gencar melakukan sosialisasi dan imbauan ke masyarakat. “Kita butuh dukungan juga dari masyarakat,” kata dia.

Polres Sumenep mengisyaratkan bahwa peredaran narkoba di wilayah hukum Sumenep ini belakangan memang semakin masif.

Beberapa kasus besar berhasil diungkap Polres Sumenep, termasuk penangkapan pelaku dengan barang bukti sabu hampir 200 gram di wilayah Pelabuhan Pasongsongan.

Temuan itu memperkuat dugaan bahwa Sumenep bukan hanya menjadi daerah transit, tetapi juga pasar potensial bagi para pengedar.

Apalagi, wilayah Sumenep memiliki banyak jalur laut yang kerap dimanfaatkan untuk penyelundupan.

Strategi pemberantasan tak hanya fokus di daratan, tetapi juga diarahkan ke wilayah kepulauan yang rawan menjadi titik masuk barang haram.

“Kemudian kami juga melakukan upaya-upaya di masyarakat dengan himbauan, dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” pungkasnya.**

Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Sindo

ADVERTISEMENT
RMNEWS