🔥 TERKINI
Home » JAWA TENGAH » Ratusan Ijazah Siswa di Kabupaten Semarang Tertahan, Total Tunggakan Capai Rp 2 Miliar

Ratusan Ijazah Siswa di Kabupaten Semarang Tertahan, Total Tunggakan Capai Rp 2 Miliar

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Ilustrasi. (Foto/Doc)

SEMARANG, RMNEWS.ID- Sejumlah sekolah di Kabupaten Semarang masih menahan ijazah pelajar yang telah lulus.

Penyebabnya, para siswa tersebut belum melunasi kewajiban administrasi selama bersekolah.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang M Taufiqurrahman mengatakan, tagihan kepada siswa yang telah lulus sekolah namun belum menuntaskan pembayaran uang administrasi sekolah mencapai kurang lebih Rp 2 miliar.

ADVERTISEMENT

“Jumlah siswa yang memiliki tunggakan belum tahu pasti. Tapi angka tunggakannya sebesar itu,” ujarnya, usai acara penyerahan dana zakat infak dan sosial di aula kompleks Perkantoran Suwakul Ungaran, Selasa (12/8/2025), dalam keterangan tertulis, seperti dilansir Tvone.

Taufiq mengatakan, para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Disdikbudpora memberikan bantuan senilai Rp 20 juta kepada siswa kurang mampu untuk melunasi tunggakan uang sekolah.

“Sekaligus untuk mengambil ijazahnya. Selain itu juga diserahkan bantuan untuk siswa kurang mampu jenjang SD dan SMP , guru kurang mampu, ASN dengan sakit menahun dan bantuan perbaikan musala,” ujarnya.

Total bantuan yang berasal dari pengumpulan zakat infak dan sedekah itu Rp 261,7 juta. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Ngesti Nugraha. Pemberian bantuan kepada siswa kurang mampu akan terus dilakukan, termasuk yang berasal dari APBD.

“Kita prioritaskan yang berdasarkan DTSEN di level 1 sampai 4,” kata Taufiq. Sementara Ketua BAZNAS Khadziq Faisol, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Semarang menyatakan akan membantu 20 siswa SMK Widya Praja Ungaran yang masih menunggak pembayaran SPP meskipun telah lulus sekolah.

“Total biaya yang akan diserahkan sekitar Rp 25 juta. Sudah pasti kita bantu pembayaran SPP untuk 20 siswa sesuai pengajuan dari sekolah,” ujar Faisol.

Faisol juga menyampaikan terima kasih kepada pengelola SMK Widya Praja yang memberikan potongan biaya hingga 50 persen.

“Saat ini BAZNAS sedang berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan verifikasi terhadap siswa lain yang mengalami nasib serupa,” kata dia. Penelitian dan verifikasi ini mencakup antara lain domisili siswa, kondisi sosial ekonomi dan lainnya.

“Kemungkinan masih ada ratusan siswa yang kesulitan menebus ijazah karena terkendala tunggakan SPP. BAZNAS akan memberikan bantuan secara bertahap setelah diperoleh data valid tentang kondisi para siswa,” paparnya.**

Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Tvone

ADVERTISEMENT
RMNEWS