🔥 TERKINI
Home » SUMATERA UTARA » BNPB Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca di Sumut, Enam Sorti Tuntas dalam Dua Hari

BNPB Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca di Sumut, Enam Sorti Tuntas dalam Dua Hari

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
BNPB Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca di Sumut. (Foto/Doc)

MEDAN, RMNEWS.ID- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Utara (Sumut) untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem.

Pada Rabu (10/12/2025), operasi menggunakan pesawat PK-YNA kembali dilakukan dan telah menyelesaikan tiga sorti penerbangan.

“Kami telah menggunakan bahan semai NaCl sebanyak 3.200 kilogram untuk mendukung upaya modifikasi cuaca di area prioritas,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip Kompas.

ADVERTISEMENT

Secara akumulatif, selama dua hari pelaksanaan OMC pada 9–10 Desember 2025, pesawat PK-YNA telah menuntaskan enam sorti penerbangan.

Total bahan semai yang digunakan mencapai 4.000 kilogram garam NaCl dan 800 kilogram CaO.

Seluruh aktivitas operasi disebut berjalan sesuai prosedur dan dalam kondisi aman.

Saat ini, tim sedang mempersiapkan sortie keempat dengan target wilayah perairan barat Tapanuli Tengah. Pada misi lanjutan tersebut, akan disebar sebanyak 800 kilogram bahan semai NaCl.

“Persiapan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan operasi berjalan lancar dan efektif dalam mendukung pengamanan wilayah tersebut,” kata Abdul Muhari, yang akrab disapa Aam.

BNPB menyampaikan hasil pemantauan yang menunjukkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah daerah.

Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.

Kondisi cuaca tersebut juga diperkirakan meluas hingga perairan Danau Toba serta beberapa wilayah lain seperti Karo, Deli Serdang, Dairi, Mandailing Natal, Nias, Samosir, dan Kota Padangsidimpuan.

“Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap risiko banjir, longsor, dan gangguan transportasi, serta terus memantau informasi cuaca terkini dari otoritas terkait,” imbau Aam.

Selain menjalankan OMC, BNPB memastikan koordinasi lintas instansi terus ditingkatkan.

Aam menyebut pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BBPJN, TNI/Polri, dan BMKG untuk mempercepat penanganan darurat, membuka akses yang terhambat, serta menjamin keamanan masyarakat di wilayah terdampak.**

Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Kompas

ADVERTISEMENT
RMNEWS