🔥 TERKINI
Home » Peristiwa » Bentrok Maut di Tambang Emas Ilegal Minahasa Tenggara: 3 Orang Tewas

Bentrok Maut di Tambang Emas Ilegal Minahasa Tenggara: 3 Orang Tewas

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Bentrok Maut Terjadi di Tambang Emas Ilegal Minahasa Tenggara. (Foto/Doc)

MINAHASA TENGGARA, RMNEWS.ID- Tragedi berdarah pecah di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Kebun Raya, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.

Bentrokan antarwarga yang terjadi pada Sabtu (20/12/2025) siang ini mengakibatkan tiga orang tewas dan seorang perempuan dalam kondisi kritis.

Bentrokan tersebut melibatkan dua kubu, yakni kelompok warga dari Desa Basaan dan Desa Belang yang berhadapan dengan kelompok dari Desa Tombatu.
Dipicu Sengketa Batas Lahan

ADVERTISEMENT

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan dipicu oleh sengketa batas lahan tambang emas ilegal di kawasan Kebun Raya.

Lahan tersebut diklaim oleh seorang warga bernama Steven Mamahit bersama sejumlah penambang lainnya.

Ketegangan dilaporkan sudah memanas sejak satu hari sebelum kejadian.

Ironisnya, para korban diduga terkena tembakan dari senjata api rakitan yang digunakan saat bentrokan berlangsung.

Dua orang tewas merupakan warga Desa Basaan dan 1 warga Desa Belang. Sedangkan, 1 perempuan warga Desa Belang saat ini kondisinya kritis dengan luka tembak di bagian paha.

“Korban meninggal tiga orang… Satu perempuan dari Belang mengalami luka tembak dan kondisinya kritis,” ujar narasumber, dilansir dari Suara.

Aparat dari Satuan Sabhara Polres Minahasa Tenggara bersama Polda Sulawesi Utara tiba di lokasi sekitar pukul 15.55 WITA untuk mengevakuasi para korban.

Proses evakuasi yang dipimpin oleh Kasat Sabhara, Iptu Ferry Sulu, menggunakan mobil patroli dengan pengawalan ketat.

Iptu Ferry Sulu menjelaskan bahwa saat petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP), para pelaku bentrokan telah melarikan diri ke dalam hutan atau area sekitar tambang.

“Pelaku sudah tidak berada di tempat saat kami tiba. Kami langsung memfokuskan penanganan pada evakuasi korban ke Rumah Sakit Ratatotok untuk penanganan medis dan keperluan penyelidikan,” tegas Iptu Ferry Sulu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas pelaku serta asal-usul senjata api rakitan yang digunakan.**

Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Suara

ADVERTISEMENT
RMNEWS