🔥 TERKINI
Home » BANTEN » BNN Gerebek Pabrik Rumahan Tembakau Sintetis di Tangerang, Tiga Orang Ditangkap

BNN Gerebek Pabrik Rumahan Tembakau Sintetis di Tangerang, Tiga Orang Ditangkap

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Barang Bukti Tembakau Sintetis Hasil Penggerebekan BNN di Tangerang. (Foto/Doc)

TANGERANG, RMNEWS.ID- Aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar keberadaan laboratorium sekaligus pabrik gelap narkotika jenis tembakau sintetis di kawasan perumahan, Tangerang, Jumat (9/1/2026).

Penggerebekan ini mengungkap praktik produksi narkotika skala rumahan dengan memanfaatkan bahan baku dan peralatan yang dibeli secara daring.

Hasil penyelidikan selama dua bulan mengantarkan petugas pada penangkapan tiga tersangka.

ADVERTISEMENT

Mereka masing-masing memiliki peran berbeda, yakni ZD sebagai peracik bahan, FH yang bertugas menguji kualitas hasil produksi, serta FIR sebagai kurir pendistribusian narkotika.

Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Aldrin Hutabarat, menjelaskan bahwa rumah tersebut telah dijadikan tempat produksi zat MDMB-4en-Pinaca selama sekitar dua bulan.

Pengungkapan bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas tidak biasa di lingkungan tersebut.

“Seluruh bahan utama, mulai dari prekursor kimia, zat tambahan, hingga alat laboratorium, diperoleh pelaku melalui platform belanja online,” kata Aldrin, Sabtu (10/1/2026), dilansir dari Suara.

Dalam penggeledahan, petugas menyita berbagai barang bukti, di antaranya 153 gram tembakau sintetis MDMB-4en-Pinaca, 808,9 gram padatan zat sejenis, serta sisa residu bahan kimia.

Sejumlah peralatan laboratorium yang digunakan untuk mengolah bahan mentah menjadi narkotika siap edar juga diamankan.

Ketiga tersangka kini dijerat Pasal 610 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda hingga Rp500 juta.

BNN memperkirakan pengungkapan kasus ini telah mencegah penyalahgunaan narkotika oleh sekitar 8.000 orang.

Saat ini, penyidik masih mendalami jaringan pemasok bahan kimia yang menyuplai laboratorium rumahan tersebut.

Kasus ini sekaligus menjadi peringatan akan semakin kompleksnya peredaran narkotika yang memanfaatkan kemajuan teknologi digital.**

Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Suara

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
RMNEWS