TALAUD, RMNEWS.ID— Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,1 mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut), pada Sabtu (10/1/2026) malam.
Gempa yang berpusat di laut tersebut dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Pasca-gempa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Talaud bersama BPBD Provinsi Sulawesi Utara langsung melakukan pemantauan dan pendataan di sejumlah wilayah terdampak.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menyampaikan bahwa hingga Minggu (11/1/2026) belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur akibat gempa tersebut.
“Berdasarkan laporan sementara dari lapangan, belum terdapat informasi adanya korban maupun bangunan rusak,” ujar Abdul Muhari, dikutip dari Antara.
Secara teknis, gempa tercatat berada pada koordinat 3,64 Lintang Utara dan 126,98 Bujur Timur dengan kedalaman 17 kilometer.
Pusat gempa terletak sekitar 52 kilometer tenggara Melonguane, 124 kilometer barat daya Pulau Karatung, 165 kilometer timur laut Tahuna di Kepulauan Sangihe, serta 319 kilometer barat laut Ternate, Maluku Utara.
Getaran gempa dirasakan cukup kuat selama sekitar 20 hingga 30 detik.
Sejumlah warga di Kepulauan Talaud dilaporkan sempat panik dan keluar rumah untuk menyelamatkan diri saat guncangan terjadi.
BNPB mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan serta terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah dan instansi kebencanaan.
Pemantauan di lapangan masih terus dilakukan guna memastikan kondisi wilayah tetap aman dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Antara


