Ancaman Abrasi di Pulau Rangsang Kabupaten Karimun Mendapat Perhatian Pemerintah Pusat
SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Ancaman abrasi di Pulau Rangsang kembali mendapat perhatian pemerintah pusat. Rombongan BNPP RI melakukan peninjauan ke Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir, Jumat (13/2/2026) Peninjauan tersebut dilakukan guna melihat kondisi terkini wilayah pesisir yang terus tergerus.
Kunjungan tersebut didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Kepulauan Meranti, Tengku Arifin, mewakili Bupati Kepulauan Meranti. Mengingat ancaman abrasi di Pulau Rangsang tersebut mendapat perhatian pemerintah pusat
Dikutip dari laporan yang dilansir Riaupos, Minggu (15/2/2026) memberitakan, kunjungi rombongan BNPP pertama kali adalah di lokasi Desa Anak Setatah, Kecamatan Rangsang Barat.
Menurut Kepala Bagian Perbatasan Setdakab Kepulauan Meranti, Gilang Wana Wijaya, bahwa lokasi yang terkenaa abrasi sekitar 128 hektare sawah di desa itu hanya terlindungi tanggul yang berbatasan langsung dengan laut.
Asisten Deputi Pengelolaan Batas Negara Wilayah Laut dan Udara BNPP, Siti Metrianda Akuan, menyampaikan bahwa penanganan kawasan pesisir sebenarnya telah masuk dalam rencana pembangunan nasional periode 2020–2024.
Namun, karena belum seluruhnya tertangani, masih terdapat titik-titik kritis yang memerlukan perhatian lanjutan. Jika tanggul tersebut rusak atau jebol, air asin dikhawatirkan akan masuk dan merusak areal pertanian warga.
Lebih lanjut Gilang mengatakan, garis pantai desa tersebut mencapai kurang lebih 5 kilometer. Dari jumlah itu, sekitar 3,5 kilometer telah ditanami mangrove sebagai upaya alami menahan abrasi. Namun, masih tersisa sekitar 1,5 kilometer di kawasan persawahan yang rawan terdampak.
“Upaya penanaman mangrove sudah dilakukan berulang kali, tetapi saat musim angin utara dan gelombang tinggi pada akhir tahun, tanaman yang masih muda kerap hanyut,” ujarnya.
Ia menilai pembangunan struktur pengaman seperti batu bronjong atau pemecah ombak menjadi solusi yang lebih permanen untuk melindungi lahan produktif tersebut.
Peninjauan kemudian berlanjut ke Desa Kedabu Rapat dan Desa Tanah Merah di Kecamatan Rangsang Pesisir.
Camat Rangsang Pesisir, Syaherullah, menjelaskan bahwa setiap akhir tahun, abrasi kerap diperparah angin kencang dan gelombang tinggi. Pada Desember lalu, longsor pantai dilaporkan mencapai sekitar 10 meter di beberapa titik.
Asisten Deputi Pengelolaan Batas Negara Wilayah Laut dan Udara BNPP, Siti Metrianda Akuan, menyampaikan bahwa penanganan kawasan pesisir sebenarnya telah masuk dalam rencana pembangunan nasional periode 2020–2024.
Namun, karena belum seluruhnya tertangani, masih terdapat titik-titik kritis yang memerlukan perhatian lanjutan.*
Laporan : M Zaini rmnews Kabupaten Meranti.


