🔥 TERKINI
Home » Batam » Investor AS Tanam Investasi Rp 8 Triliun di Batam Mulai Dibangun

Investor AS Tanam Investasi Rp 8 Triliun di Batam Mulai Dibangun

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Investor AS Tanam Investasi Rp 8 Triliun di Batam Mulai Dibangun. (Foto/Dok).

BATAM, RMNEWS.ID-Investasi Amerika Serikat senilai US$ 500 juta atau sekitar Rp 8 triliun mulai memasuki tahap pembangunan di Batam, Kepulauan Riau.

Peresmian Proyek Strategis Nasional (PSN) WIRARAJA GESEIP, yang dikembangkan melalui kerja sama Wiraraja Indonesia dengan Tynergy Technology Group dan Essence Global dari Amerika Serikat. F.Azis/Batam Pos

 

ADVERTISEMENT

Proyek yang menggabungkan hilirisasi pasir silika dan pengembangan industri teknologi tinggi itu ditandai dengan peletakan batu pertama di Kawasan Industri Wiraraja I, Kabil, Rabu (28/10).

 

Pada tahap awal, pembangunan dilakukan di atas lahan seluas tiga hektare. Proyek ini ditargetkan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja sekaligus menjadi langkah awal pengembangan industri terintegrasi yang direncanakan mencakup teknologi semikonduktor, pabrik cerdas berbasis kecerdasan buatan, hingga perakitan baterai sodium-ion.

Proyek tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Geseip yang dikembangkan melalui kerja sama Wiraraja Indonesia dengan Tynergy Technology Group dan Essence Global dari Amerika Ser

 

Presiden Direktur Wiraraja Geseip sekaligus Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia, Akhmad Makruf Maulana, mengatakan pembangunan di Kabil merupakan tahap awal realisasi komitmen investasi penanaman modal asing (PMA) yang telah disepakati para pihak.

 

“Ini adalah tahap awal realisasi investasi PMA Amerika Serikat yang telah lama dikomitmenkan bersama. Kami memulainya di kawasan industri yang sudah tersedia, yaitu Wiraraja I Kabil,” kata Makruf.

 

Peletakan batu pertama tersebut menindaklanjuti perjanjian kerja sama atau Joint Venture Agreement (JVA) yang ditandatangani pada 18 Februari 2026 di Washington DC, Amerika Serikat. Penandatanganan perjanjian itu disaksikan Presiden Prabowo Subianto

Pembangunan fasilitas di Kabil baru menjadi bagian awal dari rencana investasi yang lebih luas. Pengembangan industri terintegrasi selanjutnya direncanakan berlangsung di kawasan PSN WIRARAJA GESEIP di Pulau Galang.

Menurut Makruf, Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menyetujui rencana pemanfaatan lahan seluas 851 hektare di Galang. Meski demikian, pengembangan kawasan tersebut masih membutuhkan pembahasan rencana bisnis, kesiapan infrastruktur, serta koordinasi dengan pemerintah.

“Perlu dukungan dari pemerintah daerah. Karena ini bukan uang kecil,” ujarnya.

Makruf mengatakan pihaknya berkomitmen membangun akses jalan menuju kawasan industri secara mandiri sebelum menyerahkan infrastruktur tersebut kepada BP Batam.***

 

(rm/bps).

 

 

ADVERTISEMENT
RMNEWS