🔥 TERKINI
Home » Batam » BP Batam Hentikan Kegiatan Operasional Pelabuhan Internasional Sekupang

BP Batam Hentikan Kegiatan Operasional Pelabuhan Internasional Sekupang

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT

BATAM, RAKYAT MEDIA-Badan Pengusahaan (BP Batam) hentikan Kegitan operasional Pelabuhan Internasional Sekupang. Alasan penghentian operasional pelabuhan tersebut disebabkan terkendala pembayaran dari pengelola kepada BP Batam. Saat ini pengelolaan kegiatan operasional itu ditangani langsung oleh BP Batam.

Hal ini dijelaskan Kepala BP Batam Muhammad Rudi, kepada wartawan. Rudi mengungkapkan, kegiatan operasional Pelabuhan Internasional Sekupang sudah dihentikan. Proses pemberhentian operasional di Pelabuhan Internasional Sekupang diserahkan kepada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI), ujar Rudi.

Lebih lanjut Muhammad Rudi menjelaskan, selain pelabuhan Internasional Sekupang, Pelabuhan Nongsapura, juga akan segera berakhir kontraknya. Demikian juga Pelabuhan Internasional Batam Center. Kontrak kerja sama antara Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Synergy Tharada dalam mengelola Pelabuhan Internasional Batam Center akan berakhir pada Tahun 2024 mendatang, kata Rudi.

ADVERTISEMENT

Dikatakan Rudi, tiga pelabuhan internasional di Kota Batam tersebut akan segera dilelang pengelolaannya dalam beberapa tahun mendatang. Adapun tiga pelabuhan yang akan dilelang adalah Pelabuhan Internasional Batam Center, Pelabuhan Internasional Sekupang, dan Pelabuhan Internasional Nongsapura.

Menurut Rudi, Proses lelang akan segera dilakukan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam karena berbagai alasan. Salah satunya kontrak pengelolaan hampir memasuki masa akhir. Contohnya, Pelabuhan Batam Center, yang diketahui akan segera habis masa kontrak pengelolaannya di tahun 2024.

Sampai saat ini, pengelolaan Pelabuhan Batam Center masih dipegang oleh PT Synergy Tharada. Meski masa kontrak sudah akan berakhir, namun proses lelang belum akan dimulai.”Saya harus cari dasar hukumnya, apakah kontrak belum habis sudah boleh saya lelang. Kalau boleh, kami akan lelang dua tahun sebelumnya, karena masih ada waktu. Lelang paling lama 4-5 bulan sudah selesai,” jelas Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi

Manajer Operasional PT Synergy Tharada pengelola Pelabuhan Internasional Batam Centre, Nika Astaga membenarkan kontrak pengelolaan pelabuhan Internasional Batam Centre akan berakhir dua tahun lagi. Namun pihaknya tidak memiliki rencana ataupun persiapan khusus.”Iya berakhir 2024. Kita ikuti sajalah nanti gimana aturan kontraknya. Kalau sistem lelang lagi seperti ATB kami siap,” sebutnya, Jumat (6/5/2022).

Dikatakan Nika, saat ini pihaknya masih fokus untuk menormalkan kembali kondisi perekonomian di pelabuhan setelah terdampak pandemi covid-19. Mulai 2020, aktivitas di pelabuhan internasional mencoba bertahan dengan pembatasan dan syarat ketat bagi pelaku perjalanan.

Hingga pada 1 April 2022, kebijakan pemerintah untuk melonggarkan syarat masuk bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) menjadi angin segar bagi sektor kepelabuhanan.” Saat ini kami focus melayani kembali lalu lintas penumpang atau masyarakat yang ingin bepergian keluar negeri. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah karena sudah melonggarkan aktivitas PPLN sejak 1 April 2022 laqlu,” ujar Nika.

Terkait dengan lokasi parkir di pelabuhan tersebut yang selalu penuh saat akhir pekan? Nika menyebut tak ada solusi lain yang diambil. Hingga saat ini pihaknya masih memanfaatkan lahan parkir yang ada.”Kami gunakan sajalah dulu tempat parkir kita ini,” tuturnya.***

Redaksi : Mawardi

 

 

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RMNEWS