BATAM, RMNEWS.ID-Sejumlah pekeerjaan proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air Kota Batam, belakangan ini menjadi sorotan masyarakat. Tak hanya pelaksanaan kerjanya yang amburadul, didiga kualitas pekerjaan proyek itu juga diduga kuat asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknik.
Salah satu pekerjaan proyek milik Dinas PU dan Sumber Daya Air Bata mini yang dinilai paling jelek kualitasnya adalah proyek peningkatan drainase kawasan Puriloka Sungai Panas, Kintamani Batam Centre terkesan dikerjakan asal jadi.
Proyek dengan nomor kontrak : 08/000.3.3/KONTRAK/PTSDP/DRAINASE/VII/2026 dengan nilai Rp.3,1 Miliar dikerjakan oleh CV Megah Engineering Persada kualitasnya sangat buruk alias dikerjakan asal jadi dan amburadul.
Proyek peningkatan drainase ini justru dikeluhkan warga sekitar, pasalnya keberadaan prodrainase itu bukannya untuk mengantisipasi banjir tapi justru kebalikannya jika hujan rumah warga sekitar malah kebanjiran.

CV MEP Kerjakan Proyek Drainase Senilai Rp 3,1 Miliar Amburadul dan Asal jadi. (Foto/Dokumentasi).
agar tidak terjadi banjir, tapi malah kebalikannya ketika hujan datang warga sekitar perumahan mereka mengaku justru kebanjiran.,“ Kualitas proyek yang dikerjakan CV Megah Engineering Persada sangat jelek dan diduga kuat dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknik,” ujar masyarakat yang minta tidak ditulis namanya.
Menurut warga setempat proyek itu tidak akan bertahan lama, sebab kontraktor yang mengerjakan proyek itu mengabaikan aspek teknis, matrial, dan hidrolika agar air dapat mengalir dengan lancar
“Pengecoran tembok dinding drainase Proyek tersebut yang menggunakan adukan semen/mortar campuran semen dan pasir sepertinya kebanyakan pasir dari pada semen, disekitar proyek juga kayu dan besi bekas proyek itu berserakan tanpa dibersihkan sebagaimana layaknya pekerjaan proyek yang sudah siap,”ungkap warga setempat..
Warga setempat juga menyebut, selama proyek dikerjakan tak kelihatan pengawas dari Dinas PU dan Sumber Daya Air terlihat di lokasi proyek,” Selama pekerjaan kami tak pernah melihat ada pengawas dari PU ada dilapangan,” ungkap warga lagi.
Pantauan awak media ini di lokasi, pembangunan drainase tersebut terlihat memang sudah siap, namun pekerjaan proyek itu banyak kejanggalan dan tidak sempurna, terutama pembangunan dinding atau tembok coran lebih banyak pasir dari pada semen.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air Kota Batam Metra Dinata, hingga saat ini konfirmasi redaksi media ini terkait buruknya kualitas pekerjaan proyek drainase yang diduga kuat tidak sesuai spesifikasi teknik belum direspon.***
Redaksi : Mawardi


