BATAM, RMNEWS.ID-Kota Batam memiliki wilayah yang strategis, selain karena berdekatan dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia, Kota Batam juga merupakan kota yang berada dalam jalur pelayaran Internasional. Letak yang strategis membuat Kota Batam menjadi cepat berkembang, terutama dalam bidang perindustrian dan perdagangan, tingginya tingkat aktivitas ekonomi dan sosial, otomatis ikut memacu tingginya tingkat perpindahan aktivitas masyarakat, sehingga membutuhkan sarana transportasi umum dan pribadi.
Oleh karena itu, pada Tahun 2004, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan, kota Batam, dijadikan salah satu daerah percontohan program Indonesia Bus Rapid Transit Corridor Developmetn Project atau Indobus dengan jumlah armada Bus sebanyak 22 unit.

Halte Bus trans Batam di wilayah Batam Centre, depan Mega Mall. (Foto : dokumen).
Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan kemajuan pembangunan yang begitu pesat, pengembangan Bus Pilot Project yang dikenal dengan nama trans Batam, menjadi salah satu alternatif angkutan bus umum perkotaan yang sangat menunjang mobilitas masyarakat di Kota Batam.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim, saat berbincang dengan Rmnews.Id, Senin (3/10/2022) diruangan kerjanya, terkait pengembangan, peningkatan Dan pelayanan angkutan umum bus Trans Batam di Kota Batam, mengatakan saat ini jumlah armada Bus Trans Batam yang beroperasi di wilayah Kota Batam sebanyak 40 unit.
Lebih lanjut Salim menjelaskan, Bus Trans Batam, saat ini melayani 2 trayek Utama, yakni Koridor I Sekupang-Batam Centre dengan jarak tempuh sejauh 22, 5 Km, di layani dengan 10 Armada Bus, masing-masing Bus bisa melayani 8 trip setiap hari, menyinggahi 24 halte. Demikian juga Koridor II Batu Aji-Batam Centre dengan Jarak Tempuh 22 Km dilayani dengan 8 Armada Bus, tiap Bus bisa melayani 8 terip tiap hari, menyinggahi sebanyak 20 Halte.
Sementara itu, ada 8 trayek yang masih beroperasi, di antaranya yaitu: Sekupang-Batam Centre, Tanjung uncang-Batam Centre, Sekupang-Jodoh dan Sagulung-Sekupang. Kemudian, Jodoh-Batam Centre, Tanjungpiayu-Batam Centre, Nongsa-Batam Centre dan Punggur-Jodoh. Soal tarif Bus Trans Batam, Salim menyebut, dibagi dua kategori yaitu tunai dan non tunai.

Halte Bus trans batam di wilayah Sekupang. (Foto : Dokumen).
Dikatakan Salim, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, akan menyiapkan tiga trayek baru Bus Trans Batam, ketiga trayek itu masih dalam rencana pengembangan. Adapun tiga trayek tersebut yaitu, Punggur-Nongsa, Nongsa-Jodoh dan Tembesi-Galang. Saat ini, ketiga trayek tersebut belum dilalui Bus Trans Batam.
Menurut Salim, rencana pengembangan koridor akan dimulai jika armada Bus Trans Batam memadai.“Masih perencanaan, melihat kemampuan armada bus yang ada,” ujar Salim. Salim menambahkan, meski trayek tersebut belum dilayani Bus Trans Batam, namun masih ada kendaraan umum pendukung atau vider yang beroperasi melayani warga disana, ujar Salim.
Tarif yang akan diberlakukan, untuk golongan umum sebesar Rp 6 ribu, dan golongan pelajar sebesar Rp 3 ribu. Sedangkan non-tunai, untuk golongan umum sebesar Rp 5 ribu dan golongan pelajar sebesar Rp 2.500. “Memang lebih murah yang non-tunai, agar mendorong masyarakat segera menggunakan pembayaran secara non-tunai,” tutur Salim
Dilain kesempatan, Kepala BLU Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pelayanan Jasa Transportasi Dishub Batam, Bambang Sucipto, kepada wartawan mengatakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, saat ini tengah mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Pengguna Trans Batam (SIP TB). Aplikasi tersebut tujuannya untuk mempermudah pengguna transportasi umum Bus Trans Batam.
Menuurut Bambang Sucipto, aplikasi Trans Batam tersebut sudah dibuat sejak bulan April 2022 lalu, namun belum digunakan secara meluas ke seluruh pengguna. Karena masih ada beberapa perbaikan di dalam system tersebut. Namun aplikasi SIP TB Transa Batam sudah tersedia di Play Store dan bisa diunggah oleh masyarakat Batam. Memang, bagi pengguna Iphone mesti harus menunggu, karena beberapa pengembangan sedang kami lengkapi,”ujar Sucipto..
Menurutnya, secara umum aplikasi tersebut sudah bisa digunakan oleh pengguna. Jadi kegunaan dari aplikasi itu, pengguna jasa layanan Trans Batam, bisa mengetahui di mana posisi bus itu berada. Penumpang tahu dalam beberapa menit lagi bus akan sampai halte terdekat. Sehingga penumpang bisa lebih mudah menunggu di lokasi yang dirasa nyaman.”Jadi dengan lihat posisi busnya di mana kita bisa menjadwalkan kapan harus sampai ke halte biar tidak lama menunggu,”kata Sucipto.

Halte Bus trans batam di wilayah Sekupang. (Foto : Dokumen).
Sucipto menambahkan, pelanggan bisa melakukan pembelian tiket secara langsung melalui aplikasi itu nantinya. Dalam aplikasi itu tertulis fitur pembelian tiket, Kita bekerja sama dengan Astra Pay. Tapi masih disetel ulang apalikasi itu. Para pelanggan nanti akan mendapat barcode setelah melakukan pembelian tiket di aplikasi. “Tinggal datang ke halte, tunjukan barcode itu,” kata dia.
Menurut Sucipto, program ini sudah di sosialisasi dan dilaksanakan. Dimulai dari para pegawai Dishub.”Dari periode April sampai sekarang, sudah kami download untuk internal kami dulu, suruh pelajari dulu. Pengguna sudah kami informasikan di setiap papan pengumuman di halte,” kata dia.
Oleh karena itu, kata dia, Ia mmengharapkan masyarakat pengguna Trans Batam untuk mengunggah aplikasi tersebut. Jika ada yang perlu ditanyakan bisa menghubungi call centre Dishub Batam.”Masyarakat sudah bisa pakai untuk melihat lokasi bus, biar lebih mudah menunggu tak perlu lama-lama,” tutup Sucipto.
Redaksi : Mawardi


