🔥 TERKINI
Home » MAKASSAR » Petinggi Gerindra Sulsel Laporkan 10 Anggota TNI ke Denpom XIV/4 Makassar

Petinggi Gerindra Sulsel Laporkan 10 Anggota TNI ke Denpom XIV/4 Makassar

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Rekaman cctv sejumlah anggota TNI mengepung rumah petinggi Gerindra Sulsel. (Foto/Doc)

MAKASSAR, RMNEWS.ID- Ketua Bappilu DPW Gerindra Sulsel, Harmansyah melaporkan 10 anggota TNI ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) XIV/4 Makassar terkait tindakan teror di rumahnya.

“Saya hanya menempuh jalur hukum saja karena ini ada institusi yang lebih berwenang saya selaku korban merasa terancam,” kata Harmansyah usai melapor ke Dempon XIV/4 Makassar di Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Kamis (5/9/2024), dikutip dari Kompas.

Harmansyah menyebut, ia melaporkan sekitar 10 orang diduga anggota TNI yang mengepung rumahnya.

ADVERTISEMENT

“Kurang lebih 10 orang. Ada dari Barru, Bulukumba, Sinjai, Bone, Bantaeng, berkumpul memakai seragam kemudian bareng-bareng ke rumah saya. Tadi saya melihat pemberitaan juga, saya juga butuh perlindungan hukum sudah dilemparkan hoaks,” paparnya.

Harmansyah mengaku, keluarganya merasa terintimidasi atas tindakan para oknum TNI itu, sehingga dirinya menyampaikan pelaporan ke Denpom XIV/4 Makassar.

“Istri dan anak saya dalam kondisi psikisnya lagi bermasalah ketakutan terus, sehingga kami haru melakukan upaya hukum dengan melakukan pelaporan di Denpom karena ini adalah urusan institusi,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, rumah Harmansyah di Tamangapa Raya, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulsel, dikepung sejumlah oknum anggota TNI, Rabu (4/9/2024). Dalam rekaman video CCTV tampak salah seorang oknum anggota TNI yang mengacungkan senjata.

Sementara, Kapendam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Mangapul Hutajulu membenarkan bahwa sekelompok pria yang mengenakan pakaian dinas loreng lengkap bahkan mencungkan senjata api tersebut merupakan oknum anggota TNI AD.

“Untuk oknum anggota yang bersangkutan tersebut saat ini sedang dalam pemanggilan oleh Pihak Denpom IV/Makassar untuk dilakukan pemeriksaan dalam proses penyelidikan,” kata Mangapul, Kamis (5/9/2024).

Editor: Gusti Rangga
Sumber: Kompas

ADVERTISEMENT
RMNEWS