SEMARANG, RMNEWS.ID- Banjir air laut pasang (rob) kembali merendam sejumlah daerah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah (Jateng) dengan ketinggian mencapai 50-100 sentimeter terutama di daerah Demak.
Rob mulai datang pada dini hari pukul 02.00-05.00 WIB mengakibatkan aktivitas di pesisir seperti nelayan terganggu.
Rabu, 25 September 2024 pagi, banjir rob masih terlihat merendam sejumlah kawasan di Demak seperti Sayung, Karangtengah dan Wedung dengan ketinggian 20-75 sentimeter.
Bahkan di sejumlah jalan raya maupun jalan desa juga ikut terendam banjir air laut pasang hingga mengganggu aktivitas warga terutama mereka yang akan berangkat kerja, ke pasar maupun sekolah.
“Banjir rob mulai datang merendam jalan depan rumah pada dini hari, untung rumah saya sudah tinggi satu meter diatas habis sehingga cukup aman,” kata Bambang (45) warga Tugu, Kecamatan Sayung, Demak, dilansir dari Liputan6.
Hal serupa juga diungkapkan Akhadun,50, warga Wedung, Demak yang terpaksa libur berjualan ikan karena di seputar pelabuhan terendam banjir hingga tidak dapat mencari dagangan.
“Saya biasanya mengambil dagangan ikan dari nelayan, kemudian dijual ke pasar di Demak, tapi banjir hingga tidak dapat masuk pelabuhan,” ungkapnya.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang Shafira Tsanyfadila mengatakan peringatan datang banjir rob telah disampaikan sebelumnya, sehingga warga terutama berada di pesisir Pantura Jawa Tengah untuk mewaspadai rob ini yang diprediksikan datang pada dini hari.
Banjir Rob terjadi di daerah Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Semarang dan Demak, lanjut Shafira Tsanyfadila, terjadi akibat ktivitas pasang air laut.
“Kita minta masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan air pasang yang berpotensi menyebabkan banjir,” katanya.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: Liputan6


