🔥 TERKINI
Home » SUMATERA UTARA » Perkara Proyek Aspal Rumah Dinas Gubsu Senilai Rp 2 M, Pj. Bupati Langkat Didesak Jelaskan Proyek ke Bobby Nasution

Perkara Proyek Aspal Rumah Dinas Gubsu Senilai Rp 2 M, Pj. Bupati Langkat Didesak Jelaskan Proyek ke Bobby Nasution

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara (foto/doc)

MEDAN, RMNEWS.ID – Ketua Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi (Permak) Asril Hasibuan menyebut Pj. Bupati Langkat Faisal Hasrimi bertanggungjawab terhadap proyek pengaspalan rumah dinas Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) senilai Rp. 2 miliar tahun 2018 jika ada kerugian negara. Diketahui pada saat itu, Faisal Hasrimi menjabat Kepala Biro Umum Pemprov Sumut.

Hal tersebut disampaikannya di Medan, pada Minggu 10 November 2024.

“Salah alamat si Bobby membuka soal rumah dinas Gubsu Rp. 2 miliar itu ke Edy Rahmayadi di debat publik ke 2 kemarin. Itu masa Gubsu Tengku Erry Nuradi. Pj. Bupati Langkat Faisal Hasrimi yang bertanggungjawab dengan proyek itu. Saat itu si Faisal kepala biro umum,” ungkap Asril.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, calon Gubernur Sumut nomor urut 1 Bobby Nasution terlihat tidak menguasai data dan informasi soal proyek pengaspalan rumah dinas Gubsu tahun 2018 senilai Rp. 2 miliar yang dikelola oleh Pj. Bupati Langkat Faisal Asrimi saat itu.

Dikatakannya, Bobby menerima informasi proyek pengaspalan rumah dinas Gubsu Rp. 2 miliar itu hanya sepotong dari para pembisiknya yang membuat Bobby Nasution terlihat pada klasnya.

“Makanya pak Edy saat debat kemarin itu tak mau menjawab si Bobby, yang ambisi bertanya soal pengaspalan rumah dinas gubsu tersebut. Kalau dijawab pak Edy, kan malu Pj. Bupati Langkat itu. Kan macam asbun (asal bunyi) jadinya si Bobby terlihat kemarin di debat,” kata Asril.

Wakil Sekretaris Relawan Blok Sumut (RBS) ini juga mengungkap Faisal Hasrimi merupakan alumni IPDN yang diprotes Masyarakat Garuda Sumatera Utara (Margasu) saat aksi damai di depan Kantor Gubsu beberapa waktu lalu, terkait tidak netralnya kelompok IPDN jelang Pilgubsu 27 November 2024.

Adapun Faisal Hasrimi dikabarkan berencana dijadikan Kadis Kesehatan Provinsi Sumut, namun hingga kini dirinya tidak juga dilantik. Hal itu dikarenakan Pj. Gubsu Agus Fatoni tidak mau terlibat dalam kepentingan di Pilgubsu.

Ia menyebut jika Faisal Hasrimi menjadi Kadis Kesehatan Sumut, anggaran kesehatan dan PNS serta honorer kesehatan se-Sumutberpotensi diarahkan kepada salah satu calon Gubsu.

“Lain kali Bobby jika mau data dan informasi tentang Pemprov Sumut, bisa bertanya ke RBS, biar tak salah alamat cakapnya di debat publik. Kan biar tak malu punya pembisik yang menyesatkan,” tegas Asril Hasibuan.

Editor: Andika
Laporan: Supriyadi MY Wartawan rmnews.id Korwil Sumut

ADVERTISEMENT
RMNEWS