🔥 TERKINI
Home » Aceh » Tim SAR Evakuasi ABK Filipina di Perairan Selat Benggala Aceh

Tim SAR Evakuasi ABK Filipina di Perairan Selat Benggala Aceh

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Tim SAR Evakuasi ABK Filipina di Perairan Selat Benggala Aceh (foto/doc)

BANDA ACEH, RMNEWS.ID – Tim Operasi Search and Rescue (SAR) yang digelar oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh mengevakuasi seorang anak buah kapal (ABK) MV PRIGIPOS yang mengalami gangguan kesehatan serius di Perairan Selat Benggala, Provinsi Aceh, Kamis (5/12/2024).

Informasi diperoleh, korban bernama Mark Daren Castilo Debulgado (32), warga negara Filipina, ia dilaporkan mengalami nyeri di area ginjal, sesak napas. Untuk diketahui, MV PRIGIPOS adalah kapal kargo jenis bulk carrier berbobot 50.177 ton yang terdaftar di Liberia. Kapal ini sedang dalam perjalanan dari Mozambik menuju Singapura.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh Al Hussain mengatakan, berdasarkan laporan diterima Kantor SAR Banda Aceh dari agen kapal PT Pelni pada pukul 17.30 WIB. MV PRIGIPOS, sebuah kapal kargo berbendera Liberia yang tengah berlayar dari Port Maputo, Mozambik, menuju Singapura, membutuhkan bantuan medis darurat untuk korban.

ADVERTISEMENT

“Setelah menerima informasi, Kantor SAR Banda Aceh segera mengkoordinasikan operasi SAR dengan berbagai pihak terkait. Tim SAR yang menggunakan Kapal Negara SAR Kresna 232 berangkat menuju titik intercept pada koordinat 05°40’00”N – 095°15’00”E, berjarak 7,31 mil laut dari Banda Aceh,” kata Al Hussain dalam keterangannya, dilansir dari RRI

Ia menjelaskan, kapal KN Sar Kresna Pukul 18.00 WIB: KN SAR berangkat menuju lokasi intercept. Kemudian proses evakuasi dilakukan dengan memindahkan korban dari MV PRIGIPOS ke KN SAR Kresna 232.

“Pukul 19.10 WIB: Setelah pemeriksaan oleh tim medis dari Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banda Aceh memastikan korban aman dari penyakit menular, korban dibawa menuju Pelabuhan Ulee Lheue,” ujarnya.

Selanjutnya Pukul 19.40 WIB: KN SAR Kresna 232 tiba di Pelabuhan Ulee Lheue, dan korban langsung dilarikan ke RSUD Zainoel Abidin menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Berbagai unsur turut terlibat dalam operasi ini, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh, Pos TNI AL Lampulo,Polsek Ulee Lheue, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banda Aceh, Bea Cukai, Imigrasi, KSOP, dan agen kapal, ORARI, RAPI, serta Satgas SAR

Editor: Andika
Sumber: RRI

ADVERTISEMENT
RMNEWS