REJANG LEBONG, RMNEWS.ID – Nasib malang dialami oleh RA (17), seorang pelajar SMK di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu yang mengalami kelumpuhan setelah dianiaya oleh teman sekelasnya. Kejadian ini memaksa keluarga untuk mencari pengobatan di Palembang, namun kesulitan finansial menjadi tantangan utama.
Keluarga RA terpaksa menjual rumah mereka dan berutang untuk membiayai pengobatan. Pada 15 Februari 2025, RA dibawa ke Palembang untuk memulai perawatan. Keluarga berharap RA dapat sembuh dan kembali bersekolah.
Ana Tasia Pase, kuasa hukum korban, menjelaskan bahwa kondisi RA yang memburuk mendorong orang tua untuk mengambil tindakan sendiri.
“Besok RA akan dirujuk ke rumah sakit Palembang untuk melakukan pemeriksaan berharap kelumpuhannya bisa diobati,” kata Ana pada 14 Februari 2025 sebagaimana dilansir dari bisik.id.
Ana juga mengungkapkan bahwa keluarga berharap ada bantuan untuk biaya pengobatan, namun akhirnya mereka harus menjual rumah dan meminjam uang.
“Keluarga hanya berharap lumpuhnya (korban) bisa diobati agar korban bisa bersekolah lagi,” ungkap Ana.
Ana berharap masyarakat Bengkulu memberikan dukungan dan doa untuk kesembuhan RA. Korban sudah tidak bisa sekolah selama lima bulan terakhir dan hanya terbaring lemah di rumah.
Sebelumnya, kuasa hukum korban meminta Polres Rejang Lebong untuk menahan empat pelaku penganiayaan yang masih bebas bersekolah. RA mengalami kelumpuhan akibat ditusuk dan diinjak oleh teman sekelasnya. Keluarga merasa kecewa karena pelaku yang masih di bawah umur tidak ditahan.
Ana Tasia Pase menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi polisi untuk tidak menahan para pelaku, meskipun mereka masih di bawah umur.
“Tidak ada dalihnya karena masih di bawah umur para pelaku penganiayaan tidak ditahan, apalagi korban sampai mengalami lumpuh permanen, kami minta para pelaku segera ditahan,” tegas Ana pada 12 Februari 2025.
Editor: Andika
Sumber: bisik.id


