Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memastikan bahwa sejumlah wilayah di tiga provinsi—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—hingga kini masih terisolasi akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Laporan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran kementerian/lembaga di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12/2025) malam.
Wilayah Terisolasi di Aceh
Suharyanto melaporkan bahwa dua kabupaten di Aceh, yakni Bener Meriah dan Aceh Tengah, masih berada dalam kondisi terisolasi.
Sebanyak 232 desa di Bener Meriah dan 295 desa di Aceh Tengah terdampak parah, menghambat upaya distribusi bantuan.
“Daerah yang masih cukup berat ada dua kabupaten, Bener Meriah dan Aceh Tengah,” kata Suharyanto melalui siaran Sekretariat Presiden.
Sementara itu, kondisi di Aceh Tamiang yang sebelumnya terputus kini mulai membaik, dan jalur darat sudah bisa kembali digunakan untuk distribusi logistik.
Sumatera Utara: Dua Kabupaten Masih Terisolasi
Di Sumatera Utara, dua kabupaten masih sulit dijangkau, yaitu Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara. Total tujuh desa serta sejumlah kecamatan masih terisolasi karena akses yang tertutup material longsor.
Untuk wilayah yang paling sulit dijangkau, distribusi bantuan dilakukan melalui udara.
Adapun jalur dari Tapanuli Utara menuju Tapanuli Tengah melalui Sibolga dilaporkan masih terputus di Kecamatan Adian Koting. Akses dari Tapanuli Selatan ke Mandailing Natal juga belum bisa dilalui kendaraan roda empat.
Wilayah Terisolasi di Sumatera Barat
Di Sumatera Barat, dua kabupaten masih menjadi fokus penanganan: Agam dan Pesisir Selatan.
Di Agam, sejumlah kecamatan dan lima nagari masih belum bisa diakses, sementara di Pesisir Selatan terdapat satu kecamatan dan tiga nagari yang terisolasi.
BNPB memastikan distribusi logistik ke wilayah terisolasi tetap dilakukan secara intensif, khususnya melalui jalur udara untuk kawasan Pesisir Selatan.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Republika


