JAKARTA, RMNEWS.ID- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan hingga saat ini masih terdapat enam wilayah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) yang terisolasi akibat terputusnya akses darat imbas banjir.
Untuk menjangkau daerah-daerah tersebut, penyaluran bantuan logistik terpaksa dilakukan melalui jalur udara.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merinci di Provinsi Aceh masih terdapat tiga kabupaten yang akses jalur daratnya belum sepenuhnya pulih.
Di Kabupaten Bener Meriah, terdapat empat kecamatan yang mencakup 15 desa dalam kondisi terisolasi.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tengah terdapat tujuh kecamatan dengan sejumlah desa terdampak, serta di Kabupaten Gayo Lues tiga kecamatan dengan 27 desa yang masih sulit dijangkau.
“Terputusnya akses jalan ini banyak terjadi pada jalur penghubung lintas kabupaten, serta akses antara pusat kabupaten dengan kecamatan maupun desa di dalam wilayah kabupaten tersebut,” ujar Abdul, Minggu (14/12/2025), dikutip dari Antara.
Meski akses darat terbatas, BNPB memastikan distribusi bantuan logistik kepada warga terdampak tetap berjalan.
Penyaluran bantuan terus dioptimalkan melalui jalur udara dengan memanfaatkan informasi titik-titik pengungsian yang setiap hari diterima BNPB.
“Untuk dukungan logistik ini terus dioptimalkan via jalur udara. Tiap hari kami menerima informasi koordinat titik pengungsi di desa-desa yang masih sulit akses daratnya,” jelasnya.
Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, masih terdapat 21 desa di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara yang akses daratnya belum dapat dilalui secara normal.
Pemerintah setempat bersama pihak terkait terus mengupayakan perbaikan infrastruktur jalan agar konektivitas ke wilayah tersebut dapat segera pulih.
“Per 13 Desember pukul 08.00 WIB, daerah yang masih sulit akses daratnya berada di dua kabupaten, sembilan kecamatan, yang terdiri dari 21 desa,” kata Abdul.
Ia menambahkan, wilayah-wilayah tersebut umumnya berada di jalur lintas kabupaten serta jalur penghubung antar-kecamatan dan desa di dalam satu kabupaten.
Adapun di Provinsi Sumatera Barat, masih tersisa satu nagari di Kabupaten Agam yang akses daratnya belum terbuka akibat dampak banjir dan longsor. Meski demikian, bantuan logistik tetap disalurkan melalui jalur udara.
“Di Kabupaten Agam masih ada satu nagari, setingkat kampung, yang terdampak banjir dan longsor dan aksesnya belum terbuka. Namun logistik terus kita drop via udara,” tutup Abdul.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Antara


