🔥 TERKINI
Home » Umum » Kembang Api dan Malam Tahun Baru, Tradisi Panjang dari Ritual Kuno

Kembang Api dan Malam Tahun Baru, Tradisi Panjang dari Ritual Kuno

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Ilustrasi kembang api. (Foto/Doc)

BATAM, RMNEWS.ID- Perayaan pergantian tahun di berbagai belahan dunia hampir selalu diwarnai dentuman dan cahaya kembang api yang menghiasi langit malam.

Atraksi visual ini telah menjadi simbol euforia menyambut tahun baru, baik di kota besar maupun daerah.

Namun, di balik kemegahannya, kembang api memiliki sejarah panjang yang bermula jauh dari fungsi hiburan seperti saat ini.

ADVERTISEMENT

Sejumlah catatan sejarah yang dikutip dari ABC News menyebutkan bahwa cikal bakal kembang api berasal dari Tiongkok kuno.

Pada masa Dinasti Han, sekitar 202 SM hingga 220 M, masyarakat melemparkan batang bambu ke dalam api. Panas yang terperangkap di dalam bambu memicu ledakan keras, yang diyakini dapat mengusir roh jahat.

Pendapat lain menyebutkan perkembangan penting terjadi pada era Dinasti Song, antara tahun 960 hingga 1279 M.

Saat itu, masyarakat mulai menggunakan bubuk mesiu yang dimasukkan ke dalam tabung kertas dan diberi sumbu.

Dari sinilah bentuk awal petasan dan kembang api mulai dikenal dan digunakan dalam berbagai acara, mulai dari pernikahan, kelahiran, hingga ritual keagamaan.

Tradisi ini kemudian menyebar ke Eropa pada abad ke-14. Popularitas kembang api meningkat pesat pada abad ke-17, khususnya pada masa Renaisans Italia.

Pada periode tersebut, para ahli piroteknik bereksperimen dengan campuran bahan kimia untuk menghasilkan warna-warna cahaya yang lebih beragam.

Bahkan, sekolah piroteknik didirikan untuk mengajarkan teknik pembuatan dan pertunjukan kembang api secara profesional.

Di Amerika Serikat, tradisi kembang api dibawa oleh para pemukim awal dari Eropa.

Seiring waktu, kembang api menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat setiap 4 Juli, sebuah kebiasaan yang terus bertahan hingga kini.

Meski tidak ada catatan pasti kapan kembang api mulai identik dengan malam tahun baru, para sejarawan menilai pertunjukan cahaya ini dipilih karena kemampuannya menandai momen penting secara dramatis.

Ledakan cahaya di langit malam dianggap melambangkan penutupan lembaran lama sekaligus harapan baru di awal tahun yang akan datang.

Dari ritual perlindungan hingga simbol perayaan global, kembang api kini menjadi bahasa universal dalam merayakan perubahan waktu dan menyambut masa depan dengan optimisme.**

Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: ABC News

ADVERTISEMENT
RMNEWS