🔥 TERKINI
Home » Lingga » Mazidah Hadirkan Sentuhan Mutiara di Radio Bunda Tanah Melayu, Ajak Generasi Muda Tak Kehilangan Akar Budaya

Mazidah Hadirkan Sentuhan Mutiara di Radio Bunda Tanah Melayu, Ajak Generasi Muda Tak Kehilangan Akar Budaya

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Mazidah Hadirkan Sentuhan Mutiara di Radio Bunda Tanah Melayu, Ajak Generasi Muda Tak Kehilangan Akar Budaya. (Foto/Handoyo).

LINGGA, RMNEWS.ID-Di tengah derasnya perubahan zaman, generasi muda tidak cukup hanya dibekali kecakapan mengikuti perkembangan teknologi. Mereka juga perlu memiliki pegangan nilai agar tidak tercerabut dari akar agama, adat, dan kebudayaan. Pesan itulah yang mengemuka dalam program Sentuhan Mutiara di Radio Bunda Tanah Melayu (RBTM), Kamis (5/11/2026).

 

Kali ini, program tersebut menghadirkan Mazidah, S.Ag., Penyuluh Agama Islam Kecamatan Lingga, dengan mengangkat tema “Sembang Serumpun: Peran Agama, Adat, dan Generasi.” Dipandu oleh DJ One, perbincangan berlangsung dalam suasana santai, tetapi sarat pesan tentang pentingnya menjaga jati diri generasi di tengah arus modernisasi.

 

Dalam dialog tersebut, Mazidah menekankan bahwa agama dan budaya bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan dalam membentuk karakter masyarakat, selama adat yang dipertahankan tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama.

 

Menurutnya, generasi muda perlu mengenal bukan hanya perkembangan dunia di luar dirinya, tetapi juga memahami akar yang membentuk identitasnya. Agama menjadi pedoman dalam menentukan arah kehidupan, sedangkan adat dan budaya menjadi ruang untuk merawat nilai kesantunan, penghormatan, serta kearifan dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Ia mengingatkan, kemajuan zaman tidak seharusnya membuat generasi muda kehilangan pegangan. Sebab, seseorang yang mengenal dunia tetapi tidak memahami akar budayanya berisiko kehilangan identitas. Sebaliknya, menjaga tradisi bukan berarti menolak perubahan, melainkan memastikan bahwa setiap kemajuan tetap berpijak pada nilai dan jati diri.

 

Dalam konteks masyarakat Melayu, nilai-nilai seperti adab, sopan santun, menghormati orang tua, menjaga tutur kata, dan memuliakan sesama merupakan warisan luhur yang perlu terus dihidupkan. Tradisi tidak cukup hanya dikenang dalam upacara atau perayaan adat, tetapi harus hadir dalam perilaku sehari-hari.

 

“Generasi muda jangan sampai hanya mewarisi nama dan simbol budaya, tetapi kehilangan nilai yang terkandung di dalamnya. Kenali agamanya, pahami adatnya, dan praktikkan adabnya dalam kehidupan,” menjadi pesan penting yang mengemuka dalam perbincangan tersebut.

 

Kehadiran Mazidah dalam program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lingga untuk memperluas jangkauan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat. Penyuluhan tidak hanya dilakukan melalui pertemuan langsung di tengah masyarakat, majelis taklim, maupun kegiatan keagamaan, tetapi juga memanfaatkan media massa sebagai sarana edukasi dan penyampaian pesan-pesan keagamaan.*

Laporan : Handoyo wartawan rmnews.id- Lingga.

ADVERTISEMENT
RMNEWS