BENGKALIS, RMNEWS.ID-Belum di temukan kepastian terkait hak masyarakat diatas lahan koperasi BBDM, Akhirnya ke dua Kelompok Tani Desa Dompas Bersatu bersama Kelompok Tani Perjuangan Desa Batang Duku menggelar pertemuan silaturahmi bersama beberapa Kepala Desa dan Lurah Sungai Pakning di Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis.
Bertempat di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Bukit Batu, Kamis (21/07/2022) Pagi. Yang dihadiri langsung oleh Pemerintah Kecamatan Bukit Batu yang diwakili oleh Sekcam Muhammmad Ikhwan Syuhada, Ketua LAMR Datok Rusdi Ispandi, Kapolsek Bukit Batu yang diwakili oleh Kanit Vicktor Manalu, Danramil, LSM serta puluhan anggota dari 2 kelompok tani Desa Dompas dan Desa Batang Duku.
Ketua Aliansi Kelompok Syaiful Bahri dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa selain menjalin silaturahmi bersama Pemerintah Kecamatan Bukit Batu dan 7 Kepala Desa serta 1 Kelurahan tersebut, sekaligus akan membahas permasalahan hak kebun plasma kelompok tani Desa Dompas dan Batang Duku yang sekian lama belum ter-akomodir alias belum ada kepastiannya.
“Harapan kami Kehadiran Pemerintah Kecamatan dan para Kades serta Lurah bisa memberikan pencerahan dan ikut andil dalam membantu menyelesaikan persoalan ini. Perlu juga diketahui bahwa yang kami perjuangkan selama ini adalah hak kami sebagai kelompok tani, dan bukan sebuah rekayasa, bahkan kami dizholimi oleh pihak yang tak takut akan dosa yang akan Ia pertanggung jawabkan di hari kelak. Untuk itu, kami sangat mengharapkan bantuan pihak Kecamatan dan Pemerintahan desa yang mana sebagai pemimpin kami yang ada disini untuk menuntaskan permasalahn ini.”kata Syaiful Bahri.

“Untuk itu, dengan bantuan para pemimpin kita di Kecamatan dan desa permasalahan masyarakat 2 kelompok tani yang belum ter-akomodir ini bisa segera terselesaikan. Dan perlu saya sampaikan juga bahwa dari 855 penerima CPP tersebut, tidak satupun dari kelompok tani Desa Dompas dan Batang Duku terwakili , masuk dalam daftar nama – nama , Dan ada sekitar 65℅ penerima CPP itu orang luar bukan masyarakat kecamatan Bukit Batu. itu artinya ada 600 Ha yang harus direvisi dari 855 CPP tersebut. Dan bagi kami kelompok tani yang terpenting adalah yang hak katakan hak, dan yang batil katakan batil. Semoga Allah SWT memberkahi para pemimpin kami yang berniat membantu masyarakatnya.”tegasny
Setarab hal yang serupa disampaikan juga oleh Ketua Kelompok Tani Perjuangan Desa Batang Duku Mulyono bahwa dengan adanya pertemuan bersama para Pemerintah Kecamatan dan Desa ini akan terbuka jalan terbaik sehingga persoalan ini cepat terselesaikan. “Kami sangat berterima kasih kepada Pihak Kecamatan, Pemerintah desa BPD, aparat kepolisian, Ketua LAMR, LSM ICI dan Semuanya. Semoga pertemuan ini akan mendatangkan apa yang kita harapkan dan kita semua diberi keberkahan Allah SWT, “tuturnya.
Selanjutnya, menanggapi persoalan yang telah dipaparkan oleh kedua kelompok tani tersebut, Senentara Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Bukit Batu Jaswir menjelaskan bahwa pihak desa bersedia membantu untuk menyelesaikan persoalan para kelompok tani tersebut. Dan tentunya butuh waktu agar tidak salah bertindak, sehingga mufakat serta niat menyelesaikan masalah hak masyarakat bisa terlaksana.
Selain itu, Kepala Desa Batang Duku Sapri menyampaikan bahwa pihak desa sangat mendukung untuk menyelesaikan kepentingan masyarakat ini. Dan sudah seharusnya pemimpin membantu masyarakat, tetapi butuh proses dan sabar. “Saya mengusulkan agenda pertemuan berikutnya, Pemerintah Kecamatan yang menyurati pihak prusahaan dan pihak terkait untuk beremuk dan duduk bersama menyelesaikan masalah ini “tuturnya.
Pada kesempatan itu juga Sekcam Muhammad Ikhwan Syuhada menyampaikan bahwa Bapak Camata Bukit Batu tidak bisa hadir pada pertemua ini dikarenakan beliau ada agenda lain yang tidak bisa beliau tinggalkan. Untuk itu, saya diminta untuk menghadiri pertemuan musyawarah dan silaturahmi ini.
Dan untuk ketahui, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dan menjadi saran atau berpendapat dimana kita sama sama sudah mendengar bagaimana ketua aliansi kelompok tani menyampaikan permasalahan ini bukan hal yang baru lagi dan memang sudah berlangsung beberapa bulan atau beberapa tahun terakhir, bahkan ketika saya baru menjabat di sini pun hal ini langsung sudah terbaca permasalahan-permasalahan mengenai Koperasi BBDM maupun di aliansi kelompok tani ini.
“Pemerintahan desa mereka bukannya tidak bekerja Bapak Ibu sekalian, sebagai kades mereka juga sudah berusaha pergi ke PT Surya Dumai Agrindo di PekanBaru dengan tujuan untuk meminta data guna menyelesaikan persoalan ini. Dan kami siap untuk memfasilitasi bapak Ibu sekalian untuk mencari jalan keluar. Dan setiap permasalahan itu pasti ada jalan keluarnya. Dan kita disini bukanlah sekedar duduk bapak ibu, kita harus teliti takutnya nanti bisa menghasilkan keputusan yang justru akan memperpanjang konflik ini.”jelas Sekcam.
Laporan : Darwis. AK Biro Rmnews.Isd Kabupaten Bengkalis


