🔥 TERKINI
Home » Umum » BMKG Ungkap Cara Minimalisir Ancaman Bencana

BMKG Ungkap Cara Minimalisir Ancaman Bencana

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
BMKG Ungkap Cara Minimalisir Ancaman Bencana (foto/doc)

JAKARTA, RMNEWS.ID – Plt Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut sistem peringatan dini akan semakin kuat, apabila ilmu pengetahuan dikolaborasikan dengan teknologi mutakhir berbasis big data dan kecerdasan buatan tanpa mengabaikan kearifan lokal.

Dengan demikian, ancaman bencana dapat diminimalisir dan diantisipasi semaksimal mungkin.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam 4th International Forum on Big Data for Sustainable Development Goals (FBAS 2024) di China, Minggu (8/9) lalu.

ADVERTISEMENT

FBAS 2024 merupakan ajang dialog dan pertukaran informasi tentang teknologi big data dan kecerdasan buatan terkini, solusi komprehensif, demonstrasi aplikasi, dan strategi untuk pembangunan berkelanjutan regional.

“Target utama sistem peringatan dini adalah zero victim, namun hal tersebut tidak akan terwujud jika mengesampingkan kearifan lokal, meski didukung big data dan kecerdasan buatan,” kata Dwikorita, dikutip dari IDX, Jumat (13/9/2024).

Apa Itu Big Data dan Kecerdasaan Buatan?
Dwikorita menerangkan, big data merupakan kumpulan data yang sangat besar, baik yang terstruktur maupun yang tidak struktur yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.

Sementara kecerdasan buatan, dimanfaatkan untuk manajemen penanganan bencana di Indonesia. Dengan pemanfaatan keduanya, maka kini para ahli dapat memprediksi, mempersiapkan, dan merespons bencana alam dengan lebih baik.

Namun, dengan mengkombinasikan dengan kearifan lokal, maka kerugian akibat bencana alam dapat semakin diminimalisir.

Ia menambahkan, setiap masyarakat memiliki kearifan lokal dalam hal mitigasi bencana yang juga harus dimanfaatkan dalam sistem peringatan dini bencana modern. Pengetahuan dan pemahaman masyarakat lokal tentang bencana, kata Dwikorita, dapat mengisi kekosongan yang tidak dapat dilakukan oleh teknologi big data dan kecerdasan buatan.

Indonesia merupakan salah satu negara paling rawan bencana di dunia. Maka dari itu, menurut Dwikorita, integrasi antara big data, kecerdasan buatan, dan kearifan lokal merupakan upaya terbaik yang dapat dilakukan Indonesia untuk mewujudkan zero victim. Strategi ini, tambah dia, juga merupakan perwujudan dari “early warning, early action”.

“Early warning itu sistemnya, early action itu aksi responsnya. Yang kita belum berhasil masih sering gagal itu ada di early action. Hal inilah yang coba kita integrasikan agar keduanya dapat tercapai,” tuturnya.

Editor: Andika
Sumber: IDX

ADVERTISEMENT
RMNEWS