🔥 TERKINI
Home » Batam » Landmark “Welcome to Batam” Terancam “Hilang”

Landmark “Welcome to Batam” Terancam “Hilang”

BAGIKAN:
ADVERTISEMENT
Landmark Ikonik bertuliskan “WELCOME TO BATAM” terganggu akibatadanya proyek pembangunan (foto/ist)

BATAM, RMNEWS.ID – Landmark ikonik “Welcome to Batam” di Bukit Clara kini terancam “hilang” dengan adanya pembangunan kawasan komersial dan hunian di sekitar lokasi tersebut. Sebuah pengembang properti berencana membangun proyek bernama The Living Peak yang akan terdiri dari hotel, apartemen, ruko, dan museum seni.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pengembang telah memulai tahap pematangan lahan dan beberapa konstruksi awal di bawah landmark tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya nilai estetika landmark yang telah menjadi ikon Kota Batam selama lebih dari satu dekade.

“Dari sini saja sudah mulai agak menutupi ikonnya, sayang banget ya,” ujar Amin, salah seorang wisatawan yang melintas di lokasi tersebut, sebagaimana dilansir dari Batamnews.

ADVERTISEMENT

Sejarah Landmark “Welcome to Batam”

Landmark “Welcome to Batam” memiliki nilai historis yang signifikan bagi kota ini. Dibangun pada tahun 2010 dengan anggaran Rp472,4 juta dari APBD Kota Batam melalui Dinas Tata Kota, landmark ini awalnya dibangun untuk mendukung program Visit Batam 2010.

Sejarah mencatat, sebelum landmark ini berdiri, Bukit Clara sempat terancam akan diratakan oleh pengembang perumahan. Pengerukan bukit yang dilakukan pada malam hari akhirnya dapat dihentikan, menyelamatkan lokasi yang kini menjadi salah satu spot ikonik kota.

Dengan ketinggiannya yang mencapai lebih dari 2 kilometer, landmark ini tidak hanya menjadi penanda bagi pengunjung domestik, tetapi juga dapat terlihat oleh wisatawan dari Singapura dan Malaysia yang tiba melalui Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre. Landmark ini juga telah menjadi spot foto favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pembangunan The Living Peak yang kini tengah berlangsung dikhawatirkan akan mengubah wajah kawasan tersebut secara signifikan. Meskipun akan membawa fasilitas baru seperti hotel, apartemen, ruko, dan museum seni, kehadiran properti ini berpotensi mengurangi daya tarik visual landmark yang telah menjadi kebanggan Kota Batam.

Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait dampak pembangunan kawasan komersial tersebut terhadap keberadaan landmark “Welcome to Batam”.

Editor: Andika

Sumber: Batamnews

ADVERTISEMENT
RMNEWS