SEMARANG, RMNEWS.ID – Polisi mengungkap kasus tewasnya siswa SMK Negeri 4 Semarang, Jawa Tengah. Selama ini polisi belum menyampaikan secara resmi tewasnya siswa tersebut karena menjaga kondisi keluarga korban yang sedang berduka.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, keluarga korban berharap agar kejadian tersebut sementara tidak diungkap secara terbuka. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu proses penyelidikan kasus penembakan tersebut rampung.
“Nah ini ada pesan dari keluarga korban terhadap peristiwa ini mereka untuk tidak diekspos. Kita maklumi juga mereka sedang berkabung oleh karena itu kita meminta kepada teman-teman rilisnya ini kita tunda dulu sambil menunggu penyelidikan,” kata Kombes Irwan, sebagaimana dilansir dari iNews.
Pada kesempatan itu dia menjelaskan, korban tewas ditembak karena terlibat tawuran antargeng, yakni geng Seroja dengan Tanggul Pojok. Saat itu, kata dia petugas berupaya melerai tawuran kedua geng, namun mendapat perlawanan.
“Nah korban ini kebetulan dari geng Tanggul Pojok yang saat kedua gengster ini melakukan tawuran kemudian muncul polisi dilakukan upaya melerai, kemudian ternyata dilakukan penyerangan sehingga dilakukan tindakan tegas,” bebernya.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa penembakan itu berawal ketika korban bersama seorang temannya berinisial S, melintas pada Sabtu (23/11/2024) malam. Korban yang mengendarai sepeda motor tanpa sengaja bersenggolan dengan oknum polisi. Korban kemudian ditembak mengenai pinggul. Sementara kawan korban luka tembak di tangan, selamat.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio terkait informasi GRO meninggal diduga ditembak oknum polisi di Kota Semarang tak menampiknya. “Betul. Untuk kejadiannya ke Polrestabes, trims,” tulis Kombes Dwi.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto saat dikonfirmasi meminta wartawan menghubungi Kapolrestabes Semarang. “Segera ke Kapolrestabes Semarang,” katanya.
Narasi di media sosial, salah satunya di akun @Kyai Mbeler menyebutkan korban meninggal dunia pada Minggu 24 November 2024 pukul 01.58 WIB. Dia menuliskan kronologi yang didapatkan dari keluarga, korban terkena tembak oknum polisi, sempat dilarikan ke RSUP dr Kariadi Semarang, namun takdir berkata lain.
Korban tak selamat sebab peluru yang menembus pinggulnya. Pemakaman korban dilakukan Minggu (24/11/2024) sore di Sragen.
Editor: Andika
Sumber: iNews


