JAKARTA, RMNEWS.ID- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menekankan pentingnya optimalisasi kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh Indonesia.
Salah satu upaya yang disarankan adalah agar jabatan Kepala BPBD tidak lagi dirangkap oleh pejabat yang telah memiliki posisi strategis lain, seperti Sekretaris Daerah (Sekda).
Menurut Suharyanto, pengalaman penanganan banjir dan longsor di wilayah Sumatra menunjukkan bahwa BPBD memiliki peran krusial dalam menghadapi bencana berskala besar di daerah.
Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan kewenangan BPBD perlu menjadi perhatian serius.
“Dalam kesempatan ini juga saya, keluarga besar BNPB menyarankan kepada Bapak Wakil Menteri Dalam Negeri, dengan melihat dan mencatat terjadinya bencana besar di Sumatra ini, ke depan barangkali salah satunya adalah meningkatkan kemampuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah,” ujar Suharyanto, Senin (29/12/2025), dinukil dari Beritasatu.
Ia menilai, praktik selama ini yang menempatkan Sekda sebagai Kepala BPBD berpotensi menghambat efektivitas penanganan bencana.
Beban tugas Sekda yang sudah berat dikhawatirkan membuat fungsi BPBD tidak berjalan maksimal.
“Salah satunya yang kami sarankan, Kepala BPBD itu bukan Kepala Pelaksana BPBD lagi. Mungkin tidak perlu dirangkap oleh pejabat Sekretaris Daerah. Karena tentu saja pejabat Sekretaris Daerah ini banyak tugas dan tanggung jawabnya. Kalau dibebankan lagi menjadi Kepala BPBD, kami khawatir ini tugasnya overload,” jelasnya.
Suharyanto menegaskan, jabatan Kepala BPBD memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan fungsi dan kewenangan dalam pengambilan keputusan cepat saat bencana terjadi.
Menurutnya, kewenangan tersebut sangat dibutuhkan agar respons di lapangan bisa dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif.
“Kalau hanya Kepala Pelaksana, tentu saja hanya punya tugas dan tanggung jawab tetapi tidak punya wewenang. Sementara di lapangan, wewenang ini yang sangat diperlukan untuk kecepatan, ketepatan, dan bisa mengeksekusi setiap permasalahan terjadinya bencana,” pungkasnya.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Beritasatu


